Miliarder India Gautam Adani telah berbicara untuk pertama kalinya tentang tuduhan AS bahwa ia terlibat dalam skema penyuapan untuk memenangkan kontrak yang menguntungkan.
Pada upacara penghargaan pada tanggal 30 November di India, Tn. Gautam Adani, pendiri Adani Group, menyebutkan bahwa pejabat pengadilan AS baru-baru ini menuduh Adani Green Energy (anak perusahaan Adani Group) melanggar peraturan di AS.
“Ini bukan pertama kalinya kami menghadapi tantangan seperti ini,” kata Bapak Adani seperti dikutip Reuters.
Miliarder India Gautam Adani
Departemen Kehakiman AS pada 20 November mendakwa Bapak Adani dan beberapa eksekutif senior anak perusahaannya, menuduh mereka menjanjikan suap sekitar $265 juta kepada pejabat pemerintah India untuk mengamankan kontrak pembangkit listrik tenaga surya yang diperkirakan akan menghasilkan laba setelah pajak lebih dari $2 miliar selama sekitar 20 tahun. AS juga mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Bapak Gautam Adani dan keponakannya, Sagar Adani, CEO Adani Green Energy.
Adani Group menganggap tuduhan AS tidak berdasar dan mengumumkan akan mengambil tindakan hukum.
"Yang bisa saya katakan adalah bahwa setiap serangan membuat kami lebih kuat dan setiap kemunduran menjadi batu loncatan bagi Adani Group untuk menjadi lebih tangguh," ujar miliarder Gautam Adani di acara tersebut pada 30 November. "Di dunia saat ini, hal-hal negatif menyebar lebih cepat daripada kebenaran, dan seiring kita menjalani proses hukum, saya ingin menegaskan kembali komitmen penuh kami terhadap kepatuhan regulasi kelas dunia," tambahnya.
Pemerintah India mengatakan belum menerima permintaan apa pun dari AS terkait insiden tersebut.
Menurut Bloomberg Billionaires Index per 29 November, Bapak Gautam Adani adalah orang terkaya ke-20 di dunia, dengan kekayaan bersih sebesar 75,5 miliar dolar AS. Ia juga menduduki posisi orang terkaya ke-2 di Asia, setelah rekan senegaranya, Mukesh Ambani.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/ti-phu-an-do-lan-dau-len-tieng-sau-khi-bi-my-truy-to-185241201064752588.htm
Komentar (0)