Mekanisme penetapan harga tanah baru: Diharapkan dapat menghilangkan banyak hambatan

Terkait harga tanah dan penilaian tanah, pakar ekonomi Vu Dinh Anh menyatakan perlu ditegaskan prinsip: Penilaian tanah harus mengikuti mekanisme pasar, sekaligus membangun pasar penilaian tanah yang objektif, transparan, dan profesional.
"Jika kita hanya menurunkan harga tanah di pasar primer tanpa mengendalikan "inflasi" harga di pasar sekunder dan tanpa meningkatkan pasokan, harga akhir yang diterima pembeli akan tetap tinggi, yang tidak berbeda dengan menurunkan harga asli dari produsen tetapi pengecer tetap mempertahankan harga barang tersebut di rak," ujar pengacara Pham Thanh Tuan.
Ketua Dewan Direksi Perusahaan Saham Gabungan Investasi Real Estat Global (GP.Invest) Nguyen Quoc Hiep mengatakan: "Jika rancangan Undang-Undang Pertanahan yang direvisi disahkan kali ini, terutama terkait dua isu utama, yaitu pembebasan lahan dan harga tanah, hal ini tidak hanya akan menghilangkan kesulitan bagi pelaku bisnis properti, tetapi juga akan menggerakkan perekonomian secara keseluruhan."
Revolusi Agustus dengan pembentukan dan pembangunan republik demokratis di bawah aturan hukum di Vietnam:
Dari realitas sejarah ke visi kontemporer

Tercapainya kemerdekaan nasional dan berdirinya republik demokratis di bawah supremasi hukum merupakan dua pencapaian terpenting dan bermakna dari Revolusi Agustus 1945 di Vietnam.
Pemilihan Umum pertama yang diselenggarakan pada tanggal 6 Januari 1946 merupakan tonggak penting yang menunjukkan bahwa rakyat kita telah melangkah maju menuju status warga negara yang bebas, menggunakan hak pilihnya untuk melaksanakan hak dan kewajibannya sebagai warga negara, membangun sistem politik baru, rezim baru: republik demokrasi, supremasi hukum, dan demokrasi.
Yang istimewa ialah: Republik demokrasi dan hukum yang didirikan di Vietnam saat itu merupakan republik pertama yang lahir di Asia dan merupakan republik yang mempunyai ciri-ciri nasional, demokrasi, dan hukum yang kuat - inilah status Revolusi Agustus di Vietnam.
Penulis dan Kepala Arsitek agung republik demokrasi dan hukum Vietnam adalah pemimpin Ho Chi Minh.
Pembangunan modal harus dikaitkan dengan kebahagiaan rakyat

Profesor Madya, Dr. Bui Hoai Son, anggota penuh Komite Kebudayaan dan Masyarakat Majelis Nasional, menilai Rancangan Laporan Politik yang diserahkan ke Kongres Partai Kota Hanoi ke-18, periode 2025-2030. Disajikan dengan gaya yang jelas dan meyakinkan. Buku ini tidak hanya merangkum perjalanan masa lalu, tetapi juga menginspirasi perkembangan selanjutnya, di mana Hanoi menjadi lokomotif sekaligus simbol ekonomi, budaya, dan masyarakat seluruh negeri.
Yang saya suka adalah bahwa dokumen tersebut tidak hanya berfokus pada tujuan pembangunan sosial-ekonomi, tetapi menempatkan manusia, budaya, dan kebahagiaan di pusatnya.
Sekretaris Jenderal To Lam telah berulang kali menekankan: "Ukuran pembangunan adalah kebahagiaan rakyat, yang diwujudkan melalui kepuasan, kepercayaan, dan aspirasi." Oleh karena itu, memasukkan "kebahagiaan" ke dalam tema Laporan Politik merupakan langkah maju yang besar dalam berpikir, yang menunjukkan kedalaman humanis dalam pendekatan Komite Partai Hanoi.
Berita palsu di media sosial: Konsekuensinya tidak kecil

Tak hanya artis Hoai Linh, Artis Berjasa Kim Tu Long juga menjadi "korban" media sosial ketika beberapa akun media sosial menyebarkan rumor bahwa ia mengalami cedera otak traumatis dan tumor otak. Akibatnya, hanya dalam beberapa hari, artis pria ini menerima ratusan panggilan telepon yang menanyakan keberadaannya, sementara keluarga dan penontonnya sangat bingung.
Tak hanya seniman yang dijadikan "umpan", masyarakat juga harus menanggung akibat langsung dari rumor palsu. Pada sore hari tanggal 27 Juli, media sosial menyebarkan berita "jebolnya bendungan PLTA Ban Ve" di Provinsi Nghe An. Dalam kepanikan, ribuan orang di daerah banjir bergegas menyelamatkan barang-barang mereka dan membawa anak-anak mereka ke pegunungan tinggi, tanpa mempedulikan bahaya. Baru setelah Perusahaan PLTA Ban Ve angkat bicara dan mengonfirmasi bahwa "bendungan masih sepenuhnya aman", masyarakat bernapas lega dan kembali ke rumah masing-masing.
Ketua Dewan Penasihat Sintesis dan Analisis Opini Publik (Komite Front Tanah Air Vietnam Kota Hanoi), Vu Hao Quang, berkomentar: “Karena terbatasnya kesadaran, banyak orang akan terjerumus ke dunia berita palsu. Begitu mereka terbiasa dengan berita palsu, lambat laun mereka akan meragukan bahkan hal-hal yang seharusnya mereka percayai. Itulah bahaya terbesar.”
Jagalah jiwa pedesaan dalam bentuk pohon dan rantingnya

Pada suatu pagi di awal musim gugur, setelah semalaman diguyur hujan, kebun Pak Vu Tiep di Desa Bau tampak berselimut hijau berkilau. Ratusan karya seni bonsai tertata rapi, menciptakan bayangan lembut di bawah sinar matahari yang baru.
Penduduk desa dan masyarakat sering datang ke sini bukan hanya untuk mengagumi bentuk pohon yang lurus, mendatar, dan melengkung, tetapi juga untuk melihat cinta dan bakat yang telah dicurahkan oleh para perajin pohon di masyarakat Thien Loc pada setiap cabang dan setiap akarnya.
Berawal dari hasrat mereka, banyak warga di komune Thien Loc yang menjadikan hobi bercocok tanam sebagai profesi. Dengan tangan terampil mereka, mereka tak hanya "bermain" tetapi juga "hidup" dengan profesi tersebut, memuaskan hasrat mereka dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi.
Sumber: https://hanoimoi.vn/tin-tuc-dac-biet-tren-bao-in-hanoimoi-ngay-23-8-2025-713687.html
Komentar (0)