Pada pagi hari tanggal 4 Agustus, Sekretaris Jenderal To Lam bertemu dengan para perwira Keamanan Publik Rakyat tingkat tinggi yang menghadiri Kongres Emulasi "Untuk Keamanan Nasional" ke-9.
Sekretaris Jenderal To Lam menekankan bahwa selama bertahun-tahun, gerakan emulasi telah memainkan peran yang sangat penting, secara aktif berkontribusi terhadap pembangunan dan pengembangan nasional.
Khususnya dalam pasukan Keamanan Publik Rakyat, tradisi kepahlawanan terus ditingkatkan dengan kuat melalui hasil-hasil dan pencapaian-pencapaian luar biasa dari gerakan emulasi patriotik, sehingga secara efektif melaksanakan tugas melindungi keamanan nasional dan memelihara ketertiban dan keselamatan sosial.
Sekretaris Jenderal menegaskan bahwa kontribusi ini telah berkontribusi dalam menjaga perdamaian dan stabilitas, menciptakan fondasi yang kokoh bagi pembangunan negara, dan kehidupan rakyat yang sejahtera dan bahagia. Model-model canggih ini merupakan representasi khas dari berbagai prestasi, pencapaian, dan tindakan indah para perwira polisi dan prajurit di semua bidang tugas.
Sekretaris Jenderal mengatakan bahwa ini juga merupakan kesempatan penting untuk menengok kembali hasil gerakan emulasi, dan ada banyak alasan untuk berbangga atas pencapaian dan prestasi yang telah diraih. Di saat yang sama, ini merupakan kesempatan untuk bertukar pengalaman, pemikiran, perasaan, dan tindakan untuk terus mempromosikan nilai-nilai luhur di masa depan.
Berbicara di konferensi tersebut, Sekretaris Jenderal To Lam mengatakan bahwa para delegasi telah mendengar informasi terkait kasus manipulasi pasar saham - sebuah kasus yang sangat dipahami oleh Sekretaris Jenderal, yang saat itu menjabat sebagai Menteri Keamanan Publik.
Saat itu, para pemimpin kementerian bertanya: Mengapa pasar saham begitu tinggi? Dalam konteks pandemi, semua indikator ekonomi menurun, tetapi pasar saham justru meningkat tajam. Satu-satunya indeks yang ada adalah pasar saham, yang telah meningkat hingga hampir 2.000 poin (saat ini hampir 1.500 poin).
Kawan-kawan mengomentari bahwa ada tanda-tanda manipulasi pasar saham.
Jika ada indikasi kejahatan, polisi harus menyelidiki, memverifikasi, dan mengklarifikasi. Kita harus mencari tahu siapa yang memanipulasi, di mana, dan bagaimana?”, ungkap Sekretaris Jenderal.
Sekretaris Jenderal menyatakan bahwa penyelesaian masalah tersebut telah membuka arah penyelidikan dan memperjelas sifat kasus tersebut. Khususnya, FLC merupakan contoh umum manipulasi pasar saham.
"Menempatkan semua uang di pasar saham. Bagaimana bisa menguntungkan sebesar itu? Kita harus membersihkan pasar, agar beroperasi pada nilai sebenarnya. Ini adalah pelajaran yang telah kita tangani dengan sangat cepat, dengan semangat yang tepat – menangani satu kasus, tetapi mengingatkan seluruh sektor," tegas Sekretaris Jenderal.
Menurut Sekretaris Jenderal, setiap teladan, setiap tindakan yang indah, setiap hasil kerja kepolisian membangkitkan pemikiran yang mendalam. Mulai dari para pemimpin dan komandan hingga perwira, prajurit, setiap warga negara, setiap paman, bibi, saudara laki-laki dan perempuan yang berpartisipasi dalam kepolisian di tingkat akar rumput, semuanya berkontribusi dengan gambar dan tindakan yang spesifik dan bermakna.
Perangkap adalah “peluru berlapis gula”
Sekretaris Jenderal mengatakan bahwa pengorbanan diam-diam para perwira polisi dan prajurit di semua bidang pekerjaan sangat besar, oleh karena itu, kebijakan Komite Partai Keamanan Publik Pusat dan pimpinan Kementerian Keamanan Publik harus selalu dekat dengan kenyataan.
Menurut Sekretaris Jenderal, perhatian khusus harus diberikan pada kebijakan dan rezim; memastikan kondisi kerja yang memadai sehingga kader dan prajurit dapat melayani rakyat dengan lebih baik dan lebih efektif.
Sekretaris Jenderal mengungkapkan rasa harunya ketika menyaksikan banyaknya foto-foto petugas polisi yang dekat dengan masyarakat. Ada petugas yang telah mengabdikan seluruh hidup mereka untuk memerangi kejahatan narkoba. Ini adalah bidang yang berbahaya, di mana bukan hanya petugas itu sendiri, tetapi juga keluarga, istri, dan anak-anak mereka menjadi sasaran pengawasan dan ancaman para penjahat.
Oleh karena itu, Sekretaris Jenderal menekankan perlunya kebijakan komprehensif untuk melindungi kader, karena para penjahat saat ini tak segan-segan menggunakan segala cara untuk memikat dan menyuap kader dan prajurit. Jika mereka tidak berani, mereka mudah terjerumus ke dalam kebejatan. Ketika mereka tak mampu memikat kader dengan "peluru berlapis gula", mereka siap menggunakan "peluru sungguhan" untuk menghancurkan mereka. Bahkan ketika kader telah mengatasi tipu muslihat ini dan masih teguh pendirian, mereka terus menggunakan cara-cara lain seperti distorsi, fitnah, perpecahan, dan sebagainya.
Sekretaris Jenderal menekankan: "Kita harus menciptakan lingkungan bagi kawan-kawan untuk bekerja lebih baik, menjadi lebih dewasa, lebih teguh, dan lebih percaya diri."
Sekretaris Jenderal meminta para panutan untuk terus memajukan tradisi gemilang Pasukan Keamanan Publik Rakyat selama 80 tahun. Setiap orang perlu memiliki inisiatif dan tindakan spesifik, yang memberikan kontribusi nyata bagi pencapaian bersama negara dan kesatuan.
Sekretaris Jenderal berharap, contoh-contoh yang baik dapat ditiru dan disebarkan secara luas di kalangan angkatan dan rakyat, serta mendapat dukungan rakyat.
Sumber: https://baonghean.vn/tong-bi-thu-to-lam-lam-mot-vu-canh-tinh-duoc-ca-linh-vuc-10303818.html
Komentar (0)