Jaringan 5G berkembang pesat di Tiongkok, secara efektif mendukung banyak sektor seperti perawatan kesehatan, pendidikan , hiburan, dan manufaktur industri.
Menara seluler membantu mentransmisikan sinyal jaringan. Foto: iStock
Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) Tiongkok mengumumkan bahwa jumlah stasiun pemancar yang menyediakan layanan jaringan seluler 5G di negara tersebut kini telah melampaui 3,19 juta. Rasio stasiun pemancar 5G per 10.000 penduduk Tiongkok adalah 22,6, seperti yang dilaporkan oleh Interesting Engineering pada 23 Oktober.
Jaringan seluler 5G menawarkan kecepatan unduh data dua kali lebih cepat daripada koneksi 4G, meningkatkan kapasitas data sekaligus mengurangi latensi. Namun, seperti jaringan lainnya, pengalaman pengguna pada platform tersebut bergantung pada jumlah pengguna yang terhubung dan spektrum yang tersedia. Tiongkok sedang menjalankan proyek senilai $50 miliar untuk memperluas infrastruktur 5G-nya dengan cepat. Pada awal Juli 2023, Tiongkok membangun 600.000 stasiun pangkalan hanya dalam tiga bulan. Hingga saat ini, jumlah total stasiun pangkalan telah melebihi 3 juta. Dibandingkan dengan Tiongkok, angka resmi menunjukkan bahwa AS membangun 100.000 stasiun pangkalan dari tahun 2019 hingga 2021.
Menurut juru bicara MIIT, Zhao Zhiguo, Tiongkok telah melaksanakan 109 program percontohan pendidikan jarak jauh menggunakan jaringan 5G. Di sektor kesehatan , konsultasi dan perawatan pasien kini dilakukan secara daring dengan perangkat yang lebih canggih. Acara hiburan juga disiarkan menggunakan koneksi 5G. MIIT juga sedang bereksperimen dengan menggunakan perangkat 5G untuk memberikan pengalaman tiga dimensi yang lebih mendalam saat menonton acara olahraga.
Proyek Tiongkok ini bertujuan tidak hanya untuk menyediakan konten yang beragam kepada pengguna, tetapi juga untuk meningkatkan kemampuan manufakturnya ke tingkat yang baru. Negara ini berupaya mengintegrasikan teknologi 5G ke dalam pertambangan, pembangkit listrik, dan berbagai sektor industri lainnya untuk meningkatkan efisiensi dan mengurangi biaya. Pemerintah berencana untuk memanfaatkan kekuatan augmented reality (AR) dan virtual reality (VR) bersama dengan Internet of Things (IoT) untuk beralih ke manufaktur berteknologi tinggi. Saat ini, teknologi 5G berkontribusi pada 70% sektor ekonomi Tiongkok yang berkembang pesat, termasuk kendaraan energi baru (NEV), fotovoltaik, dan kedirgantaraan.
An Khang (Menurut Interesting Engineering )
Tautan sumber











Komentar (0)