Mulai 15 September, jika orang tidak melanggar hukum, bolehkah polisi lalu lintas menghentikan dan memeriksa kendaraan? |
Mulai tanggal 15 September, jika tidak ada pelanggaran, apakah polisi lalu lintas dapat menghentikan kendaraan untuk diperiksa?
Sesuai ketentuan Pasal 16 Ayat 1 Surat Edaran Nomor 32/2023/TT-BCA, petugas lalu lintas yang melaksanakan tugas patroli dan pengaturan lalu lintas sesuai rencana, dapat menghentikan kendaraan untuk keperluan pengaturan lalu lintas dalam hal:
(1) Secara langsung mendeteksi atau melalui sarana dan peralatan teknis profesional mendeteksi dan mengumpulkan pelanggaran peraturan lalu lintas jalan dan pelanggaran peraturan perundang-undangan lainnya;
(2) Melaksanakan perintah dan rencana pengendalian umum kendaraan bermotor guna menjamin ketertiban, keselamatan, dan ketertiban umum lalu lintas dan masyarakat; rencana patroli, pengendalian, dan penanganan pelanggaran sesuai dengan isu tematik guna menjamin ketertiban, keselamatan, dan ketertiban umum lalu lintas dan masyarakat yang ditetapkan oleh instansi yang berwenang;
(3) Terdapat permintaan tertulis dari Kepala atau Wakil Kepala instansi penyidik; permintaan tertulis dari instansi terkait untuk menghentikan kendaraan guna diperiksa dalam rangka tugas menjaga keamanan dan ketertiban; penanggulangan dan pencegahan kejahatan; pencegahan dan penanggulangan bencana alam, kebakaran, dan peledakan; pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit; penyelamatan dan pelanggaran hukum lainnya. Permintaan tertulis tersebut harus mencantumkan secara spesifik waktu, rute, kendaraan yang akan dihentikan untuk diperiksa, penanganan, dan pengerahan pasukan;
(4) Terdapat laporan, refleksi, rekomendasi, dan kecaman dari organisasi dan individu tentang pelanggaran hukum oleh orang dan kendaraan yang berpartisipasi dalam lalu lintas jalan.
Berdasarkan ketentuan di atas, polisi lalu lintas masih diperbolehkan menghentikan kendaraan untuk diperiksa meskipun orang tidak melanggar ketentuan dalam kasus (2) dan (3).
Persyaratan saat polisi lalu lintas menghentikan kendaraan untuk diperiksa
(i) Penghentian dan pengendalian kendaraan harus memastikan persyaratan berikut:
- Aman, sesuai dengan peraturan perundang-undangan, tidak mengganggu kelancaran lalu lintas;
- Pada saat menghentikan kendaraan wajib melakukan pengendalian dan penanganan pelanggaran (jika ada) sesuai ketentuan.
(ii) Pada saat berhenti dan memeriksa di suatu titik di jalan lalu lintas, di Kantor Polisi Lalu Lintas, syarat (i) dan syarat-syarat berikut harus dipenuhi:
- Memasang palang pembatas berupa tiang berbentuk kerucut atau tali yang dibentangkan di sepanjang jalan pada ruas jalan, lajur dekat bahu jalan atau trotoar untuk membentuk area guna menjamin ketertiban dan keselamatan lalu lintas sesuai dengan ketentuan Peraturan Menteri Keamanan Publik tentang Penyelenggaraan Demokrasi dalam Tertib Lalu Lintas dan Keselamatan Lalu Lintas.
Berdasarkan situasi aktual dan karakteristik rute lalu lintas, pasanglah penghalang dengan panjang yang sesuai untuk memastikan keselamatan;
- Kawasan untuk menjamin ketertiban dan keselamatan lalu lintas harus mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang lalu lintas dan peraturan perundang-undangan terkait lainnya; mempunyai ruang yang cukup untuk menata dan memasang peralatan dan sarana teknis profesional, mengendalikan dan menangani pelanggaran; berdasarkan situasi aktual di kawasan pengendalian dan topik pengendalian, dimungkinkan untuk menempatkan petugas polisi lalu lintas untuk mengarahkan dan mengatur lalu lintas, guna menjamin keselamatan lalu lintas.
(iii) Dalam menghentikan dan mengendalikan kendaraan di jalan raya, harus memenuhi persyaratan (i), (ii) dan persyaratan berikut:
- Pada saat melakukan pengawasan di suatu titik, kendaraan hanya boleh dihentikan untuk melakukan pengawasan dan penanganan pelanggaran pada lokasi-lokasi berikut: Area stasiun tol, titik awal, dan titik akhir jalan tol;
- Pada saat patroli dan pengaturan lalu lintas, kendaraan hanya boleh dihentikan di jalur darurat untuk pengaturan dan penanganan pelanggaran pada kondisi sebagai berikut:
+ Mendeteksi pelanggaran berat terhadap ketertiban dan keselamatan lalu lintas, yang berisiko menimbulkan gangguan keamanan lalu lintas secara langsung; berkoordinasi dalam pemberantasan tindak pidana;
+ Pencegahan bencana alam, kebakaran dan ledakan; penyelamatan;
+ Melaporkan, mencela dan mencermati pelanggaran hukum yang dilakukan oleh orang dan kendaraan yang melintas di jalan raya;
+ Mendeteksi kendaraan yang berhenti atau parkir ilegal di jalan raya.
Setelah menyelesaikan insiden, penanda, tali, dan tanda peringatan harus segera disingkirkan dan dipindahkan;
- Pasang rambu nomor 245a "Pelan-pelan" atau rambu nomor 245b (untuk jalur internasional) di depan Tim Lalu Lintas Polda sesuai arah lalu lintas yang perlu diatur sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
(Pasal 2, 3, 4, Pasal 16, Surat Edaran 32/2023/TT-BCA)
Surat Edaran 32/2023/TT-BCA mulai berlaku sejak tanggal 15 September 2023.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)