Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Ukraina mengatakan Rusia telah memindahkan sebagian besar kapal perangnya dari Krimea

VnExpressVnExpress01/04/2024

[iklan_1]

Angkatan Laut Ukraina mengatakan Rusia telah memindahkan sebagian besar kapal perangnya dari semenanjung Krimea karena serangan berulang kali, dengan hanya satu kapal rudal yang tersisa.

"Jika kita mempertimbangkan kapal induk rudal jelajah, sebagian besar unit tempur Rusia telah direlokasi, kecuali satu yang belum pernah melepaskan tembakan," ujar Kapten Dmytro Pletenchuk, juru bicara Angkatan Laut Ukraina, akhir pekan lalu, merujuk pada Armada Laut Hitam Rusia di Krimea.

Pletenchuk mengatakan bahwa satu-satunya kapal rudal Rusia yang masih berlabuh di semenanjung itu adalah Cyclone, kapal perang kelas Karakurt yang akan ditugaskan ke Angkatan Laut Rusia pada Juli 2023. Kapal kelas Karakurt ini memiliki bobot benaman 800 ton dan mampu menembakkan rudal jelajah Kalibr dengan jangkauan 2.500 km dan hulu ledak seberat lebih dari 400 kg.

Armada Laut Hitam, yang pernah dianggap sebagai kekuatan utama Rusia di Krimea, kini telah "hampir sepenuhnya diusir," kata Pletenchuk. "Tentu saja, masih ada beberapa kapal di sana, tetapi aset-aset paling berharga telah disingkirkan," kata juru bicara angkatan laut Ukraina.

Kementerian Pertahanan Rusia belum mengomentari informasi tersebut.

Fregat Cyclone di pelabuhan Kerch pada Juli 2020. Foto: Otoritas Krimea

Fregat Cyclone di pelabuhan Kerch pada Juli 2020. Foto: Otoritas Krimea

Ukraina baru-baru ini melancarkan serangkaian serangan menggunakan rudal jelajah jarak jauh dan drone bunuh diri terhadap Armada Laut Hitam di Semenanjung Krimea. Pada 24 Maret, Kiev menembakkan sejumlah besar rudal ke Krimea dan mengklaim telah mengenai empat kapal perang Rusia, termasuk tiga kapal pendarat Yamal, Azov, Konstantin Olshansky, dan kapal pengintai Ivan Khurs.

Laporan intelijen sumber terbuka menyebutkan Ukraina menggunakan rudal jelajah Storm Shadows dalam serangan itu, sementara sejumlah blogger militer Rusia mengklaim musuh melancarkan serangan terkoordinasi, menggabungkan rudal antikapal Neptune, umpan ADM-160 MALD, dan kendaraan udara tak berawak (UAV) bunuh diri jarak jauh.

Menteri Pertahanan Inggris Grant Shapps mengatakan pada 25 Maret bahwa serangan Ukraina telah menyebabkan "kerusakan besar" pada Armada Laut Hitam dan kini "tidak dapat beroperasi." Seorang pejabat senior pertahanan di London mengatakan pada Februari bahwa sekitar seperempat kapal perang Moskow di Laut Hitam telah tenggelam atau rusak.

Laporan intelijen tertanggal 31 Maret dari Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan banyak kapal perang bernilai tinggi Armada Laut Hitam telah dipindahkan dari pelabuhan asal mereka di Sevastopol ke kota Novorossiysk, wilayah Krasnodar, Rusia selatan, setelah berulang kali menjadi sasaran.

Badan tersebut mengutip citra satelit yang menunjukkan bahwa Rusia menempatkan empat tongkang di depan pintu masuk pelabuhan Novorossiysk, tampaknya sebagai tindakan untuk memblokir serangan kapal bunuh diri musuh.

Kapal perang Rusia dari pelabuhan Novorossiysk masih dapat meluncurkan rudal jelajah ke sasaran di Ukraina, tetapi jarak tempuhnya akan lebih jauh, sehingga memberi musuh lebih banyak waktu untuk merespons.

Institut Studi Perang (ISW) yang berpusat di AS mengatakan bahwa pemindahan kapal perang ke Novorossiysk akan memengaruhi kapasitas operasional armada di Laut Hitam bagian barat.

Pada bulan Maret, Rusia memberhentikan Komandan Angkatan Laut Rusia Nikolai Yevmenov dan menggantinya dengan Laksamana Alexander Moiseev, yang sebelumnya memimpin Armada Utara, sebuah langkah yang diyakini terkait dengan kerugian besar Armada Laut Hitam.

Lokasi semenanjung Krimea. Grafik: RYV

Lokasi semenanjung Krimea. Grafik: RYV

Pham Giang (Menurut BI, Newsweek, RIA Novosti )


[iklan_2]
Tautan sumber

Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk