Jejak rasa syukur di tanah api
Wilayah Tengah—yang dikenal sebagai "tanah api" selama masa perang perlawanan—merupakan rumah bagi banyak tempat yang telah menjadi simbol patriotisme dan pengorbanan bagi Tanah Air. Dalam perjalanan kembali ke akarnya, delegasi VIMC mengunjungi tempat-tempat yang berkaitan dengan kisah sejarah yang sengit, tempat para pemuda dari berbagai bangsa singgah agar negara dapat maju.
Delegasi yang dipimpin oleh kawan Do Hung Duong - Anggota Dewan Direksi, mempersembahkan dupa di pertigaan Dong Loc
Di pertigaan Dong Loc, tempat sepuluh relawan perempuan dari Kompi 552 dulu berada, delegasi VIMC menyalakan dupa untuk mengenang mereka. Para prajurit perempuan mengorbankan nyawa mereka di usia terindah dalam hidup mereka, sembari menjalankan tugas mengisi kawah bom. Sepuluh makam yang bersebelahan dengan tenang mengingatkan kita pada generasi yang mengabdikan masa mudanya untuk perdamaian masa kini.
Delegasi yang dipimpin oleh Ketua Dewan Direksi Nguyen Canh Tinh mempersembahkan dupa di Balai Peringatan Khe Sanh dan Balai Peringatan Truong Son.
Di hutan pegunungan Truong Son, delegasi menghabiskan waktu mengenang para martir di makam-makam besar seperti Khe Sanh dan Truong Son—tempat peristirahatan terakhir puluhan ribu prajurit dari berbagai kesatuan. Nama-nama yang masih terukir di prasasti batu, bahkan yang tak bernama, merupakan bukti dari masa sulit dan sengit tersebut. Setiap prasasti kecil merupakan sepotong kehidupan, sebuah epik abadi tentang patriotisme dan hasrat untuk merdeka.
Di Quang Tri , sebuah tugu peringatan kecil di tengah lapangan membuat seluruh rombongan berhenti sejenak. Martir perempuan Le Thi Tuyet, yang menggunakan tubuhnya untuk mengisi kawah bom agar Jembatan Long Dai tetap utuh saat diserang musuh, telah menjadi simbol kesetiaan dan keberanian.
Delegasi kerja di Benteng Quang Tri
Ketua Dewan Direksi Nguyen Canh Tinh dan Direktur Jenderal Le Anh Son memimpin upacara pelepasan bunga di dermaga sungai Thach Han.
Di Benteng Quang Tri dan Dermaga Sungai Thach Han—tempat yang menandai pengorbanan heroik pada musim panas 1972—delegasi VIMC mempersembahkan dupa dan menabur bunga di sungai untuk mengenang para martir heroik. Upacara berlangsung dalam suasana khidmat, mengungkapkan rasa syukur dan penghargaan yang mendalam kepada mereka yang gugur demi kemerdekaan dan kebebasan Tanah Air.
Delegasi kerja yang dipimpin oleh Kamerad Luong Dinh Minh - Kepala Dewan Pengawas Pemakaman Ba Doc
Perhentian terakhir perjalanan ini adalah Pemakaman Ba Doc. Di tengah terik matahari dan angin wilayah Tengah, ribuan makam para martir diam-diam menceritakan kisah masa lalu. Dupa yang dinyalakan di antara deretan makam juga merupakan langkah kembali ke akar, kembali ke nilai-nilai sakral bangsa.
Hadiah cinta
Hadiah diserahkan VIMC kepada petugas yang bertugas melestarikan peninggalan sejarah di pemakaman, tugu peringatan, dan tempat persinggahan delegasi.
Dalam perjalanan syukur ini, delegasi VIMC juga memberikan banyak bingkisan di setiap pemakaman, tugu peringatan, dan lokasi persinggahan delegasi. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian dan berbagi VIMC dengan keluarga para martir, kader yang senantiasa melestarikan peninggalan sejarah dan kenangan heroik bangsa. Setiap bingkisan yang diberikan merupakan pesan yang menyebarkan kasih sayang, menyatukan semangat sesama saudara dan kawan.
Rasa syukur untuk melanjutkan perjalanan pembangunan berkelanjutan
Dari negeri angin Laos dan pasir putihnya, tempat pengorbanan telah menjadi bagian dari bumi dan langit, setiap anggota rombongan kembali dengan segudang emosi yang membekas. Namun yang lebih penting, perjalanan ini meninggalkan pengingat akan tanggung jawab setiap orang yang masih hidup: melaksanakan tugas dengan baik, menjaga moralitas dan tradisi, serta bersama-sama membangun organisasi yang berkelanjutan.
Dalam perjalanan pembangunan dan pengembangan selama 30 tahun, VIMC senantiasa berfokus pada pelestarian dan penyebaran nilai-nilai budaya perusahaan. Khususnya, semangat syukur dan kembali ke akar tidak dapat dipisahkan dari strategi pengembangan manusia dan organisasi. Penyelenggaraan kegiatan "kembali ke akar" tidak hanya berkontribusi pada pendidikan tradisi, tetapi juga menciptakan dukungan spiritual bagi staf dan karyawan VIMC untuk lebih meningkatkan kapasitas dan tanggung jawab mereka di setiap posisi.
Source: https://vimc.co/ve-nguon-tren-mien-dat-lua-hanh-trinh-cua-long-biet-on/
Komentar (0)