Pada tahun 2024, total nilai transaksi (GMV) industri pengiriman makanan di Vietnam diperkirakan mencapai 1,8 miliar USD, meningkat 26% dibandingkan tahun 2023 dan juga tingkat pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara.
Pengirim mengirimkan makanan ke pelanggan di depan gedung perkantoran di Distrik 1, Kota Ho Chi Minh - Foto: QUANG DINH
Menurut laporan tahunan "Platform Pengiriman Makanan di Asia Tenggara" yang baru-baru ini dirilis oleh Momentum Works, Vietnam terus menjadi pasar dengan pertumbuhan tercepat.
Hal ini berasal dari perluasan basis pelanggan, area layanan, serta kemampuan untuk memanfaatkan ekosistem bisnis dari platform besar.
Vietnam dan Indonesia tingkatkan pertumbuhan
Grab dan ShopeeFood saat ini mempertahankan duopoli di Vietnam.
Perkiraan GMV di atas dihitung dengan pesanan pengiriman makanan melalui platform seperti Grab, Foodpanda, Gojek, Deliveroo, Lalamove, LINE MAN, ShopeeFood dan BeFood (termasuk pesanan yang dibatalkan atau dikembalikan dananya).
Di kawasan ini, Indonesia merupakan pasar dengan GMV tertinggi, yaitu $5,4 miliar. Sementara itu, Filipina memiliki kisah yang berbeda, dengan jaringan restoran yang mengoperasikan sistem pengiriman mereka sendiri dan bermitra dengan platform pengiriman makanan.
Ini adalah pasar khusus di mana lebih dari 60% pendapatan industri F&B berasal dari jaringan restoran.
Secara keseluruhan, pasar pengiriman makanan Asia Tenggara diperkirakan tumbuh 13% tahun-ke-tahun pada tahun 2024, dengan total GMV sebesar US$19,3 miliar, dengan Indonesia dan Vietnam menjadi dua pendorong pertumbuhan utama.
Total nilai transaksi dalam industri pengiriman makanan di negara-negara di kawasan ini - Sumber: MOMENTUM WORKS
Grab pimpin, ShopeeFood salip Gojek
Dalam hal platform pengiriman makanan, Grab mempertahankan posisi nomor satu di Asia Tenggara, sementara ShopeeFood melampaui Gojek dan menempati posisi kedua. Di Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura, kedua platform terkemuka ini menguasai lebih dari 90% pangsa pasar.
Perkembangan penting lainnya adalah masuknya TikTok ke sektor layanan di Indonesia dan Thailand, di mana mereka menguji voucher F&B dan layanan lainnya, yang berpotensi mengubah permainan jika bermitra dengan platform pengiriman.
Laporan Momentum Works juga memprediksi potensi merger antara Grab dan Gojek di masa mendatang.
Jika ini terjadi, pasar pengiriman makanan Asia Tenggara, yang sudah sangat terkonsentrasi dengan dua platform utama menguasai lebih dari 80% pangsa pasar, dapat memasuki periode restrukturisasi yang kuat pada tahun 2025.
Bank investasi Maybank juga membuat penilaian serupa akhir minggu lalu.
Unit ini meyakini bahwa jika merger terjadi, Grab akan terus memegang posisi nomor satu di sektor pengiriman makanan dan transportasi online di sebagian besar negara ASEAN.
[iklan_2]
Sumber: https://tuoitre.vn/viet-nam-dan-dau-tang-truong-thi-truong-giao-do-an-dong-nam-a-20250218094817096.htm
Komentar (0)