Kelompok teman tersebut menggunakan helm untuk memukul kepala gadis itu, bahkan menelanjanginya dan merekamnya. Polisi saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut.
Pagi ini (1 November), pemimpin Komite Rakyat distrik Cho Moi (provinsi An Giang ) mengatakan bahwa kepolisian distrik dan Departemen Pendidikan dan Pelatihan sedang berkoordinasi untuk mengklarifikasi dan menangani secara tegas kasus seorang gadis muda yang dipukuli dan ditelanjangi oleh sekelompok teman.
"Menurut informasi awal, korban dan kelompok dalam video tersebut tidak bersekolah. Hanya satu siswa yang mengenakan seragam, dan kami sedang memverifikasi sekolah tempat mereka bersekolah," ujar pemimpin distrik tersebut.
Sebelumnya, sebuah klip berdurasi 4 menit muncul di media sosial yang merekam seorang gadis muda dipukuli oleh sekelompok teman di sebuah tanah kosong.
Klip tersebut menunjukkan korban duduk di tanah, sementara sekelompok 5-7 teman berdiri di sekitarnya, bersorak dan mengumpat. Salah satu dari mereka menjambak rambutnya, menggunakan helm dan tongkat kayu untuk memukul kepalanya. "Pukul dia lebih keras," kata seorang gadis dalam klip tersebut.
Kejadian tak berhenti di situ, ketiga gadis itu mendorong korban hingga jatuh ke tanah, lalu melepas celananya. Begitu lepas dari kendali mereka, korban berdiri dan kelompok itu terus merobek bajunya dan menelanjangi seluruh pakaiannya.
Meskipun ada banyak pria di sekitar, tidak ada yang menghentikan mereka, dan bahkan menggunakan ponsel mereka untuk merekamnya.
Setelah itu, rekaman video pengeroyokan dan penelanjangi gadis itu tersebar di Facebook.
Menurut verifikasi oleh wartawan VietNamNet, insiden tersebut terjadi di dusun My Hoi, kecamatan My Hoi Dong, distrik Cho Moi. Akun media sosial yang mengunggah informasi tersebut juga telah menghapus unggahan tersebut.
[iklan_2]
Sumber: https://vietnamnet.vn/xac-minh-vu-thieu-nu-bi-danh-hoi-dong-lot-het-quan-ao-2337679.html
Komentar (0)