Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada Juni 2024, Vietnam mengimpor 900.000 ton minyak bumi senilai 675 juta dolar AS, turun 14,1% dalam volume dan 10,4% dalam nilai dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara keseluruhan, dalam 6 bulan pertama tahun 2024, Vietnam mengimpor 5,54 juta ton minyak bumi, naik 6,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, dengan nilai 4,47 miliar dolar AS, naik 7,4%.
Bensin impor dari Singapura memiliki harga tertinggi |
Mengenai pasar, menurut data terbaru yang dirilis oleh Departemen Umum Bea Cukai, dalam 5 bulan pertama tahun 2024, Vietnam mengimpor minyak bumi dari 5 pasar utama. Di antaranya, Malaysia merupakan pasar terbesar yang memasok minyak bumi impor ke Vietnam dengan nilai 1,15 miliar dolar AS dan 1,41 juta ton, naik 123,5% secara nilai dan hingga 112% secara volume dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di posisi kedua adalah pasar Korea dengan 1,1 miliar USD dan 1,4 juta ton, turun 18,7% dalam nilai dan 15,7% dalam volume selama periode yang sama.
Peringkat ketiga adalah pasar Singapura dengan 944 juta USD dan 1,1 juta ton, naik 7% dalam nilai dan 4,3% dalam volume selama periode yang sama.
China menduduki peringkat ke-4 dengan 414 juta USD dan 494.147 ton, naik 22,1% dalam nilai dan 24,6% dalam volume selama periode yang sama.
Impor minyak bumi dari pasar Thailand dalam 5 bulan pertama tahun 2024 mencapai nilai 107,5 juta USD dan 126.334 ton, turun 61,8% dalam nilai dan 62,4% dalam volume dibandingkan periode yang sama.
Terkait harga impor, bensin impor dari Singapura memiliki harga tertinggi, yaitu 855,2 USD/ton dalam 5 bulan pertama tahun 2024. Disusul Thailand dengan harga 851,4 USD/ton, Tiongkok dengan harga 839,5 USD/ton, dan Malaysia dengan harga 813,7 USD/ton. Korea Selatan menjadi pasar dengan harga bensin impor terendah, yaitu 780,8 USD/ton.
[iklan_2]
Sumber: https://congthuong.vn/xang-dau-nhap-khau-tu-singapore-co-muc-gia-cao-nhat-329464.html
Komentar (0)