Gunakan ubin format besar
Berpengalaman lebih dari 5 tahun di bidang material konstruksi dan interior, Ibu Tong Thu Hong di Kecamatan Hai Tan (Kota Hai Duong ) menyadari adanya perubahan yang signifikan dalam tren pilihan masyarakat. Sebelumnya, ketika memilih ubin dinding dan lantai, kebanyakan pelanggan hanya memperhatikan desain, seringkali memilih ubin berukuran kecil seperti 30x30 cm, 30x45 cm, dan warna-warna cerah. Dalam 1-2 tahun terakhir, konsumen lebih memperhatikan desain dan kualitas, dan tren ini juga bergeser ke ubin berukuran besar dari 80x80 cm menjadi 1,2x2,4 m dengan pola yang seringkali menyerupai marmer, dan warna yang lebih gelap seperti abu-abu.
Alasannya adalah ubin berukuran besar menciptakan permukaan yang lebih rata, sementara ubin lantai dan dinding berukuran besar akan menciptakan kesan yang lebih lapang dan luas. Selain itu, ubin berukuran besar memiliki banyak keunggulan seperti daya tahan tinggi, daya dukung yang baik, tahan abrasi, tahan tekanan, tahan air, dan tahan debu, sehingga menghemat waktu konstruksi dan biaya perawatan. Warna abu-abu juga menciptakan kemewahan untuk rumah dan taman.
Selain merek-merek Vietnam yang sudah dikenal seperti Viglacera, Dong Tam, Hoan My..., kini banyak orang juga memilih produk buatan luar negeri seperti India, Tiongkok... Toko Ms. Hong memiliki hampir 400 model ubin dengan lini seperti Granit, Keramik, dan glasir mentah... Segmen ubin lantai dan dinding memiliki fluktuasi yang besar, mulai dari 80.000-90.000 VND/ m2 untuk lini populer dan hingga 1-1,2 juta VND/ m2 untuk lini kelas atas. Meskipun sedang musim puncak, harga produk relatif stabil dan tanpa fluktuasi.
Kehidupan modern telah mendorong perkembangan perangkat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Peralatan sanitasi dengan banyak fitur terintegrasi dan ramah lingkungan juga digemari banyak orang. Teknologi pintar tanpa sentuh sedang menjadi tren. Khususnya, toilet pintar dengan sistem pembilasan otomatis dan pengaturan suhu dudukan sangat populer di kalangan pengguna. Fungsi terintegrasi termasuk pencucian otomatis, pengeringan, pembilasan otomatis, penyemprotan antibakteri, yang memungkinkan kendali jarak jauh melalui aplikasi seluler... sudah bukan hal yang asing lagi. Di pasaran, peralatan sanitasi dijual dengan harga berkisar antara 5-30 juta VND/set, tergantung pada fitur dan integrasi teknologinya.
Ikuti perkembangan pasar
Tren pemilihan material finishing dan interior telah berubah, menuntut pelaku bisnis untuk lebih peka dan berkata "tidak" pada produk-produk usang. Tak hanya dengan memahami selera dan psikologi, banyak pemilik toko juga secara proaktif mempelajari tren melalui berbagai saluran informasi seperti grup desain dan konstruksi di media sosial.
Mereka secara berkala memperbarui model produk terbaru yang populer di kalangan konsumen. Tak hanya memasarkan dengan cara tradisional, yaitu mendatangi pemilik rumah untuk memperkenalkan produk, banyak pemilik toko kini memperkenalkan dan mempromosikan produk di media sosial, melalui video streaming langsung...
Bapak Pham Van Son, pemilik toko material konstruksi dan desain interior yang lengkap di distrik Kim Thanh, sering mengiklankan produknya melalui siaran langsung di Facebook, berinteraksi langsung, dan menjawab pertanyaan pelanggan. Saat permintaan konstruksi tinggi, banyak keluarga perlu memperbaiki dan mengecat rumah mereka tetapi tidak dapat menyewa tukang. Bapak Son telah terhubung dengan para pemilik rumah. Hal ini juga membantu toko Bapak Son mendapatkan lebih banyak pelanggan.
Memahami selera pelanggan, toko listrik dan air Minh Hieu di distrik Tan Binh (kota Hai Duong) telah mengimpor peralatan sanitasi dan peralatan dapur pintar. Bapak Doan Trong Hieu, pemilik toko, mengatakan: “Saat ini, jumlah pelanggan yang datang untuk melihat dan berbelanja di toko kami telah meningkat 3 kali lipat dibandingkan biasanya. Mengikuti perkembangan pasar merupakan faktor penting dalam menentukan penjualan. Hal ini juga merupakan faktor yang membantu bisnis tetap kokoh dalam menghadapi persaingan pasar yang ketat seperti saat ini.”
Ibu Tong Thu Hong berbagi: “Dulu, toko bahan bangunan hanya mengimpor barang untuk dijual, tetapi sekarang harus ada perubahan dalam bisnis. Kami harus menyediakan barang dan produk yang dibutuhkan pelanggan, bukan menjual apa yang kami miliki.”
Tidak hanya berhenti pada keterampilan dan pengalaman yang terkumpul dalam proses penjualan, Ibu Hong juga meluangkan waktu untuk mendaftar mengikuti kelas daring tentang desain dan arsitektur guna lebih meningkatkan pengetahuan dan keterampilan konsultasi pelanggannya.
Mulai sekarang hingga Tahun Baru Imlek, toko dan agen yang menjual material finishing dan interior terus mempromosikan program pemasaran dan memperkenalkan produk untuk meningkatkan daya saing di pasar. Konsumen perlu melakukan riset dengan cermat dan membeli produk di toko dan agen tepercaya untuk memastikan kualitas serta mendapatkan perlindungan garansi yang sah.
HOANG QUAN[iklan_2]
Sumber: https://baohaiduong.vn/xu-huong-moi-trong-lua-chon-vat-lieu-xay-dung-hoan-thien-399656.html
Komentar (0)