Berkendara dengan aman selalu menjadi prioritas utama, terutama saat malam tiba. Faktanya, mengemudi di malam hari lebih berisiko daripada mengemudi di siang hari, bukan hanya karena pencahayaan yang buruk, tetapi juga karena serangkaian faktor lain seperti jarak pandang yang terbatas, ketegangan mata, astigmatisme, hewan yang tiba-tiba menyeberang jalan, atau bahkan pengemudi yang kurang perhatian.
Bahkan lampu depan LED yang sangat terang pada mobil-mobil baru, suatu faktor yang tampaknya meningkatkan keselamatan, dapat menyebabkan silau dan menciptakan bayangan, sehingga memengaruhi jarak pandang.

Meningkatnya lalu lintas, terutama di kalangan orang tua atau mereka yang memiliki masalah penglihatan seperti rabun jauh, astigmatisme atau glaukoma, juga membuat perjalanan malam hari lebih berisiko.
Namun, kabar baiknya adalah Anda pasti dapat meningkatkan keselamatan Anda dengan tindakan sederhana namun efektif, mulai dari menjaga kaca depan tetap bersih hingga memanfaatkan lampu depan Anda sebaik-baiknya.
Berikut adalah 10 tips bermanfaat untuk membantu Anda merasa lebih percaya diri dan aman saat mengemudi di malam hari, baik saat Anda pulang ke rumah setelah hari yang panjang atau memulai petualangan malam musim panas.
1. Jaga kaca depan Anda tetap bersih
Kaca depan yang kotor tidak hanya memengaruhi visibilitas, tetapi juga menyebabkan cahaya menyebar, sehingga menimbulkan silau, yang sangat berbahaya saat berkendara di malam hari. Bahkan produk pendukung seperti anti hujan, jika digunakan secara tidak tepat, dapat meningkatkan silau saat lampu depan menyinarinya.
Asosiasi Otomotif Amerika (AAA) memperingatkan bahwa kotoran, sidik jari, atau lapisan oli pada kaca depan dapat membatasi jarak pandang, sehingga menyulitkan melihat jalan dalam kondisi cahaya redup.
Jadi, biasakan membersihkan kaca depan mobil Anda minimal seminggu sekali, baik bagian dalam maupun luar, agar jarak pandang tetap jelas dan perjalanan tetap aman.
2. Jaga lampu depan Anda tetap bersih
Menjaga kebersihan lampu depan Anda adalah cara sederhana namun efektif untuk meningkatkan visibilitas Anda saat berkendara di malam hari. Debu, kotoran, dan serangga mati di permukaan lampu depan Anda tidak hanya mengurangi kecerahan, tetapi juga menyebabkan distribusi cahaya yang tidak merata, sehingga memengaruhi visibilitas Anda.

Hal ini terutama penting jika Anda tinggal di daerah berdebu atau sering bepergian melewati daerah dengan populasi serangga yang tinggi. Memeriksa dan membersihkan lampu depan secara teratur akan membantu sistem pencahayaan Anda beroperasi lebih efisien, yang merupakan kunci keselamatan berkendara di malam hari.
3. Gunakan lampu depan bila diperlukan
Di jalan pedesaan, dekat hutan, atau ladang yang berisiko dilintasi hewan, lampu depan merupakan alat penting untuk membantu Anda mendeteksi potensi bahaya seperti kerbau dan sapi sejak dini. Dewan Keselamatan Nasional AS (NSC) juga merekomendasikan menyalakan lampu depan saat berkendara di jalan yang panjang, lebar, atau minim penerangan.
Namun, gunakan lampu depan Anda dengan bijak. Hindari menyalakan lampu depan saat berkendara di tengah hujan atau kabut tebal, karena cahayanya dapat terpantul kembali, sehingga mengurangi jarak pandang.
Selain itu, saat menikung atau menanjak, sebaiknya matikan lampu depan agar tidak menyilaukan kendaraan yang datang dari arah berlawanan. Tindakan ini memang kecil, tetapi dapat membantu memastikan keselamatan kedua belah pihak.
4. Hindari melihat langsung ke lampu depan kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.
Saat berkendara di malam hari, Anda mungkin secara refleks melihat lampu depan yang datang dari atas bukit atau tikungan. Namun, kebiasaan ini berbahaya. Melihat langsung ke lampu terang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan sementara atau bahkan meninggalkan bayangan, yang membuat Anda bingung dan kesulitan melihat jalan setelahnya.
Sebaliknya, fokuskan mata Anda pada trotoar atau marka jalan agar kemudi tetap stabil. Ini adalah cara sederhana namun efektif untuk melindungi penglihatan dan mempertahankan fokus saat menghadapi silau dari lalu lintas yang datang dari arah berlawanan.
5. Periksa keselarasan lampu depan untuk menghindari bahaya.
Pengemudi harus memeriksa keselarasan lampu depan secara berkala, terutama jika kendaraan mereka sudah tua. Seiring waktu, keausan, kecelakaan kecil, atau kesalahan produksi dapat menyebabkan lampu depan tidak sejajar, sehingga mengakibatkan pencahayaan yang tidak tepat atau silau bagi kendaraan yang melaju dari arah berlawanan.
Menurut NBC News, di AS, produsen mobil tidak diwajibkan oleh hukum untuk memeriksa ulang keselarasan lampu depan setelah pemasangan. Ini berarti beberapa mobil baru masih dapat mengalami ketidakselarasan tanpa sepengetahuan pemiliknya.
Konsekuensinya tidak hanya mengurangi visibilitas di malam hari, tetapi juga berpotensi menyebabkan silau dan disorientasi bagi pengemudi yang melaju dari arah berlawanan. Oleh karena itu, membawa mobil Anda ke bengkel untuk memeriksa dan menyetel lampu depan merupakan langkah penting untuk memastikan keselamatan Anda dan pengguna jalan lainnya.
6. Redupkan lampu interior untuk menghindari gangguan dan ketegangan mata
Saat berkendara di malam hari, lampu interior harus dimatikan sepenuhnya atau diredupkan ke tingkat serendah mungkin. Cahaya di dalam mobil tidak hanya menyulitkan mata Anda untuk menyesuaikan diri dengan kegelapan di luar, sehingga membutuhkan waktu beberapa menit untuk menyesuaikan kembali penglihatan Anda, tetapi juga dapat menyebabkan silau dan mengurangi kemampuan Anda untuk melihat jalan.

Menyalakan lampu interior untuk menemukan objek atau membantu penumpang membaca atau melihat ponsel mereka juga dapat meningkatkan gangguan, terutama saat cahaya memantul dari kaca depan, sehingga menimbulkan silau atau bayangan yang tidak menyenangkan.
Untuk menjaga penglihatan malam tetap jelas dan memastikan keselamatan, yang terbaik adalah meminimalkan semua sumber cahaya yang tidak perlu di dalam kendaraan saat mengemudi di malam hari.
7. Jaga kacamata Anda tetap bersih untuk memastikan penglihatan malam hari
Seperti kaca depan, lensa kacamata yang kotor dapat menyebarkan cahaya, menyebabkan silau dan berdampak serius pada penglihatan Anda saat berkendara di malam hari.
Menurut sistem klinik mata Heartland Optical (USA), Anda harus membersihkan kacamata Anda dengan air hangat atau sabun cuci piring ringan yang tidak mengandung pelembap, dikombinasikan dengan kain khusus untuk menghindari goresan.
Kebiasaan mengelap kacamata dengan pinggiran baju memang praktis, tetapi dapat menyebabkan kotoran menempel lebih dalam dan mengaburkan lensa, sehingga membahayakan penglihatan saat kondisi kurang cahaya.
8. Kenakan kacamata yang sesuai
Untuk menjaga penglihatan optimal saat berkendara di malam hari, lakukan pemeriksaan mata secara teratur untuk memastikan Anda mengenakan kacamata dengan resep yang tepat. Anda juga dapat mempertimbangkan lensa dengan lapisan anti-reflektif, yang membantu mengurangi silau dari lampu depan atau pantulan cahaya.
Hindari penggunaan kacamata yang menghalangi penglihatan tepi, yang penting saat berkendara di tengah kemacetan. Banyak orang juga memilih kacamata berkendara malam hari dengan lensa kuning untuk mengurangi silau.
Namun, para ahli menyarankan untuk berkonsultasi dengan dokter, karena beberapa kacamata ini dapat mengurangi kemampuan melihat dengan jelas dalam kondisi cahaya redup, alih-alih memperbaikinya seperti yang diinginkan.
9. Tetap waspada adalah kunci saat berkendara di malam hari
Kelelahan ringan sekalipun dapat berdampak besar pada kemampuan mengemudi Anda, terutama di malam hari. Perubahan kecil dalam jadwal Anda, seperti waktu musim panas, dapat mengganggu ritme sirkadian tubuh, membuat Anda merasa lelah atau terganggu.
Menurut sistem perawatan kesehatan Northwestern Medicine (USA), perubahan jam biologis membuat tubuh sulit menentukan kapan harus tidur atau bangun, sehingga meningkatkan rasa lelah dan menyebabkan penglihatan kabur, salah satu alasan mengapa penglihatan malam berkurang secara signifikan.
Jadi selalu pastikan Anda waspada dan cukup istirahat sebelum memulai perjalanan apa pun di malam hari.
10. Tingkatkan jarak dari kendaraan di depan untuk bereaksi dengan cepat
Saat mengemudi di malam hari, dalam kondisi di mana jarak pandang terbatas dan refleks dapat melambat karena kelelahan, menjaga jarak aman dari kendaraan di depan menjadi sangat penting.
Lampu depan hanya menerangi jarak tertentu, sehingga sulit mendeteksi bahaya sejak dini, seperti binatang yang menyeberang jalan atau benda jatuh dari truk di depan.
Jika pengemudi di depan Anda harus mengerem atau membelok untuk menghindari rintangan, Anda akan membutuhkan lebih banyak waktu dan ruang untuk bereaksi dengan aman. Meningkatkan jarak mengikuti tidak hanya mengurangi risiko tabrakan, tetapi juga memberi Anda rasa kendali yang lebih baik di jalan yang gelap dan tidak terduga.
Sumber: https://baonghean.vn/10-helpful-tips-to-drive-your-car-safely-at-night-10302226.html
Komentar (0)