(Dan Tri) - Seorang gadis Tionghoa menuduh seorang karyawan toko barang mewah secara semena-mena melepas jilbabnya saat dia meminta yang baru.
Baru-baru ini, media sosial diramaikan dengan insiden seorang karyawan toko merek fesyen di Jepang yang berlutut untuk meminta maaf kepada seorang pelanggan wanita asal Tiongkok.
Oleh karena itu, pelanggan perempuan yang disebutkan di atas adalah Annie Datouzai, seorang influencer media sosial dengan 8.200 pengikut, terutama di komunitas penggemar mode. Ia adalah warga negara Tiongkok tetapi saat ini tinggal di New York (AS).
Seorang karyawan toko pakaian berlutut untuk meminta maaf kepada seorang pelanggan wanita karena secara tidak sengaja mengambil kembali syalnya (Foto: SCMP).
Kejadian ini terjadi ketika Annie Datouzai sedang bepergian ke Jepang dan berbelanja di sebuah toko merek fesyen di Tokyo. Di sana, Annie mencoba syal wol dan memutuskan untuk membelinya.
Ia meminta kasir untuk mengambil syal baru dari inventaris toko. Namun, saat itu, seorang pramuniaga datang dan mengambil syal yang sedang dicoba Annie, lalu memberikannya kepada pelanggan lain yang berdiri di dekatnya.
Tindakan ini mengejutkan dan membuat Annie kesal. "Kenapa stafnya mengambil kembali syal itu tanpa penjelasan?", tulisnya di halaman media sosialnya.
Ketika ia mencoba mengajukan keluhan ke toko, ia mengalami kesulitan karena staf toko tidak dapat berkomunikasi dengan baik dalam bahasa Inggris. Dalam keluhannya, Annie mengungkapkan bahwa ia merasa diabaikan.
Akhirnya, manajer toko mengundangnya ke sebuah ruangan di lantai dua. Manajer, dua karyawan, dan penerjemah berlutut untuk meminta maaf kepadanya. Manajer menjelaskan bahwa pramuniaga memutuskan untuk mengambil kembali syal tersebut setelah berkonsultasi dengan karyawan yang melayaninya. Selain itu, toko tersebut tidak memiliki kamera untuk memverifikasi kejadian tersebut.
Annie memotret kartu nama para karyawan dan adegan mereka berlutut untuk meminta maaf kepadanya, lalu menulis keluhan kepada kantor pusat merek tersebut. Ia juga menerima permintaan maaf melalui email dari pimpinan jaringan toko tersebut dan janji untuk mengklarifikasi masalah tersebut.
Insiden ini telah menarik perhatian publik. Banyak orang menganggap tindakan Annie "membesar-besarkan masalah", berlebihan, dan kasar. Sementara itu, banyak orang membela Annie, dengan mengatakan bahwa tindakannya adalah untuk melindungi pelanggan lain.
"Saya tidak memaksa mereka berlutut dan meminta maaf kepada saya. Tujuan utama saya adalah meningkatkan pengalaman berbelanja bagi pelanggan lain di masa mendatang," ujarnya.
[iklan_2]
Sumber: https://dantri.com.vn/an-sinh/4-nhan-vien-quy-goi-xin-loi-vi-lay-lai-khan-choang-tren-co-nu-khach-hang-20241024121156420.htm
Komentar (0)