Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

ASEAN memperkuat kerja sama kontraterorisme di era digital

Dalam dunia yang semakin terhubung, kelompok teroris terus beradaptasi, mengeksploitasi lingkungan digital dan teknologi baru untuk merekrut, menyebarkan, dan membiayai kegiatan kekerasan.

VietnamPlusVietnamPlus24/06/2025

Pada tanggal 24 Juni, Pusat Penanggulangan Terorisme Regional Asia Tenggara (SEARCCT) di bawah Kementerian Luar Negeri Malaysia mengadakan konferensi internasional dengan tema "Tren yang Muncul dalam Terorisme dan Ekstremisme Kekerasan" di ibu kota Kuala Lumpur.

Menurut seorang koresponden VNA di Kuala Lumpur, konferensi tersebut menarik lebih dari 200 delegasi domestik dan internasional, dengan fokus membahas konteks terorisme modern yang kompleks dan berubah dengan cepat, sembari menyerukan peningkatan kerja sama regional dan global guna menanggapi secara efektif berbagai ancaman yang berkembang.

Berbicara pada pembukaan konferensi atas nama Menteri Luar Negeri Malaysia, Wakil Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Dato' Ahmad Rozian Bin Abd. Ghani menekankan bahwa lingkungan keamanan global semakin tidak stabil, karena terorisme dipicu oleh ideologi ekstremis, konflik geopolitik , dan perselisihan politik.

Dalam dunia yang semakin terhubung, kelompok teroris terus beradaptasi, mengeksploitasi lingkungan digital dan teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan mata uang kripto untuk merekrut, menyebarkan, dan membiayai kegiatan kekerasan.

Ia menilai konferensi ini sejalan dengan agenda ASEAN tentang keamanan dan adaptasi, dan menegaskan peran perintis Malaysia dalam mendorong stabilitas regional melalui inisiatif antiterorisme.

Konferensi ini juga menegaskan kembali komitmen ASEAN untuk melaksanakan rencana kerja sama seperti Rencana Aksi ASEAN untuk Mencegah dan Melawan Ekstremisme Kekerasan (PoA-PCRVE 2018-2025), Rencana Bali (2019-2025) dan Visi Komunitas ASEAN 2045.

Konferensi berlangsung dari tanggal 24-26 Juni dengan 5 sesi diskusi mendalam.

Berbicara kepada wartawan VNA setelah sesi pertama bertema "Transformasi Ekstremisme di Dunia Maya", Dr. Norfadhilah Mohamad Ali (Universitas Ilmu Pengetahuan Islam Malaysia) menekankan pentingnya mengendalikan lingkungan media digital, yang tidak lagi aman bagi kaum muda.

Merujuk pada langkah-langkah pengendalian keamanan media sosial, Ibu Norfadhilah Mohamad Ali mengatakan bahwa hukum memang penting, tetapi seringkali tertinggal dari situasi sebenarnya. Oleh karena itu, para pelaku industri hukum, baik di pemerintahan maupun di komunitas riset, perlu berupaya lebih keras untuk mengevaluasi dan mengusulkan hal-hal yang perlu disesuaikan oleh pemerintah.

Peraturan perundang-undangan perlu disesuaikan lebih cepat agar dapat mengelola media atau aspek sosial media dengan aman dan efektif. Selain itu, penting untuk memahami peraturan perundang-undangan yang berlaku. Generasi muda yang dididik sejak dini dan memahami hukum dengan baik akan memiliki generasi masa depan yang lebih taat hukum.

Ibu Norfadhilah Mohamad Ali mengatakan bahwa ekstremisme sangat berbahaya sehingga kaum muda perlu diajari cara mengenali dan memahami konsekuensi ekstremisme di masyarakat. Kaum muda harus lebih proaktif dalam memahami dunia saat ini.

Pada sesi kedua, Asrul Daniel Ahmed, Direktur Komunikasi Strategis Digital di SEARCCT, memperingatkan tentang tren penggunaan AI generatif oleh kelompok ekstremis. Ia mendesak organisasi antiterorisme untuk secara proaktif menerapkan teknologi serupa guna mengendalikan situasi ini secara efektif.

Malaysia saat ini tengah melaksanakan Rencana Aksi Nasional untuk Memerangi Ekstremisme dan Ekstremisme Kekerasan, MyPCVE, yang merupakan upaya komprehensif negara tersebut dalam menanggapi tantangan keamanan non-tradisional.

SEARCCT adalah pusat regional dengan peran penting dalam pelatihan, pengembangan kapasitas, komunikasi antiterorisme, dan peningkatan kesadaran publik.

Konferensi ini merupakan demonstrasi nyata upaya bersama kawasan dalam menangani secara proaktif ancaman keamanan yang muncul.

(Vietnam+)

Sumber: https://www.vietnamplus.vn/asean-tang-cuong-hop-tac-chong-khung-bo-trong-ky-nguyen-so-post1046152.vnp


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat
Close-up 'monster baja' yang memamerkan kekuatan mereka di A80

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk