Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Gelar universitas berlabel Seoul memang menarik, meskipun mahal.

VnExpressVnExpress12/11/2023


Di Korea Selatan, permintaan untuk kuliah di universitas "bermerek Seoul" tetap tinggi, meskipun keluarga harus menghabiskan hingga lima bulan pendapatan untuk membiayai pendidikan seorang mahasiswa selama setahun.

Di Seoul, tingginya biaya pendidikan menjadi beban bagi sebagian besar keluarga. Sebuah laporan dari Kementerian Pendidikan Korea Selatan pada akhir April menunjukkan bahwa rata-rata siswa di daerah perkotaan membayar biaya sekolah sebesar 7,7 juta won per tahun (sekitar 142 juta VND), 20% lebih tinggi daripada di daerah lain.

Menurut statistik dari Decent News , sebuah majalah pendidikan, sebagian besar universitas bergengsi di Seoul, seperti Universitas Korea, Universitas Hanyang, dan Universitas Sungkyunkwan, mengenakan biaya kuliah melebihi 8 juta won per tahun. Universitas Yonsei, khususnya, mengenakan biaya lebih dari 9 juta won. Termasuk biaya sewa dan biaya hidup, seorang mahasiswa membutuhkan lebih dari 24,3 juta won per tahun.

Sementara itu, data dari Kantor Statistik Korea menunjukkan bahwa pendapatan rumah tangga rata-rata pada kuartal kedua tahun 2023 adalah 4,79 juta won per bulan. Untuk membiayai seorang mahasiswa di Seoul selama setahun, sebuah keluarga harus menghabiskan lebih dari pendapatan lima bulan. Angka ini menjadikan gelar universitas di Seoul sebagai kemewahan bagi banyak orang.

Mahasiswa di Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan. Foto: SNU

Mahasiswa di Universitas Nasional Seoul, Korea Selatan. Foto: SNU

Terlepas dari kenaikan biaya kuliah dan biaya hidup di ibu kota, daya tarik universitas-universitas di Seoul tetap tak berkurang.

Menurut statistik dari Dewan Pendidikan Tinggi Korea pada tahun 2021, dari total 162 universitas yang gagal menerima jumlah mahasiswa yang cukup, kurang dari 10% berlokasi di Seoul. Meskipun banyak universitas lokal berisiko tutup karena jumlah mahasiswa yang rendah, universitas-universitas di Seoul masih menerima jumlah pendaftaran yang jauh lebih banyak daripada kuota yang ditetapkan.

"Gelar dari universitas dengan merek Seoul masih dianggap lebih bergengsi daripada gelar dari tempat lain, terlepas dari jurusannya," kata Kim Kyu Seok, kepala penerimaan mahasiswa untuk Sistem Universitas New York di Korea.

Ia mengatakan bahwa perekonomian industri yang semakin maju di wilayah metropolitan Seoul telah membuat banyak orang percaya bahwa belajar di sana akan memberi mereka lebih banyak peluang kerja setelah lulus, serta membuat mereka tetap mengikuti tren terkini.

Menurut John Lie, seorang profesor Sosiologi di Universitas California-Berkeley, alasan lainnya adalah sebagian besar universitas bergengsi terletak di ibu kota. Dari 10 universitas paling bergengsi di Korea Selatan pada tahun 2024, menurut peringkat Times Higher Education, tujuh di antaranya berbasis di Seoul.

"Seoul adalah rumah bagi banyak universitas elit, jadi secara tidak langsung, orang-orang mendapat kesan bahwa universitas mana pun di Seoul lebih baik daripada universitas di daerah lain," katanya, seraya membantah anggapan tersebut. Ia mencontohkan Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST) yang terkenal di dunia dan berlokasi di provinsi Daejeon.

Banyak universitas bergengsi lainnya, seperti Universitas Sains dan Teknologi Pohang dan Institut Sains dan Teknologi Nasional Ulsan, juga tidak berlokasi di Seoul, dan biaya kuliahnya hanya sekitar 5-6 juta won per tahun.

Masuknya banyak mahasiswa ke Seoul merupakan salah satu alasan mengapa universitas-universitas lokal mengalami kerugian besar, meskipun telah menawarkan berbagai insentif untuk menarik mahasiswa, seperti komputer gratis atau pembebasan biaya kuliah untuk semester pertama.

Pada tahun 2021, Universitas Nasional Busan menerima lebih dari 4.500 mahasiswa, tetapi 83,7% dari mereka yang diterima tidak mendaftar. Situasi serupa terjadi di Universitas Nasional Kyungpook di Daegu, di mana tingkat pendaftaran hampir mencapai 87% dari 4.300 mahasiswa yang diterima.

Phuong Anh (Menurut Times Higher Education, Korea Jookang Daily )



Tautan sumber

Komentar (0)

Silakan tinggalkan komentar untuk berbagi perasaan Anda!

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

Berita Terkini

Sistem Politik

Lokal

Produk

Happy Vietnam
Nenek dan cucu perempuan

Nenek dan cucu perempuan

Peringatan 80 Tahun A

Peringatan 80 Tahun A

Halaman

Halaman