Vietnam.vn - Nền tảng quảng bá Việt Nam

Độc lập - Tự do - Hạnh phúc

Pers akan menjadi pionir jika dapat memanfaatkan teknologi baru.

Pada Forum Pemimpin Redaksi 2025 bertema "Resolusi 57 tentang Inovasi: Peluang Emas bagi Terobosan Pengembangan Jurnalisme", Ketua Asosiasi Jurnalis Vietnam, Le Quoc Minh, berbagi pandangan multidimensi tentang jurnalisme dan teknologi di era digital. Acara ini diselenggarakan oleh Surat Kabar Jurnalis dan Opini Publik.

Báo Sài Gòn Giải phóngBáo Sài Gòn Giải phóng22/08/2025

Pada forum tersebut, Bapak Le Quoc Minh, anggota Komite Sentral Partai, Pemimpin Redaksi Surat Kabar Nhan Dan, Wakil Ketua Komisi Propaganda dan Mobilisasi Massa Pusat, Presiden Asosiasi Jurnalis Vietnam , menyampaikan makalah tentang "Teknologi pers masa depan".

Dalam pidatonya, Bapak Le Quoc Minh menegaskan bahwa tren teknologi baru sedang membentuk kembali jurnalisme modern dengan kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Banyak teknologi canggih sedang diterapkan dan diprediksi akan terus mengubah industri jurnalisme dalam waktu dekat.

Quang cảnh diễn đàn.jpg
Adegan forum

Salah satu teknologi yang mentransformasi jurnalisme adalah kecerdasan buatan (AI). Dengan perkembangan AI yang pesat, perangkat ini telah mendukung otomatisasi penulisan artikel, peringkasan berita, identifikasi tren, pengoptimalan konten sesuai kebutuhan pembaca, pembuatan video , produksi podcast, pemeriksaan ejaan, dan saran judul. AI juga dapat mentranskripsikan wawancara secara otomatis, menyelidiki big data, dan menghasilkan berita multi-platform yang dipersonalisasi, membantu jurnalis berfokus pada topik yang mendalam dan investigasi jangka panjang.

Dengan AI, pers Barat banyak menggunakannya, namun di Vietnam, penerapannya masih cukup lambat. Menurut Ketua Asosiasi Jurnalis Vietnam, AI tidak hanya untuk hal-hal yang dangkal, tetapi juga dapat sangat mendukung pers.

Presiden Asosiasi Jurnalis Vietnam juga menyampaikan bahwa personalisasi dalam jurnalisme sangatlah penting. Bapak Le Quoc Minh mencontohkan, biasanya jika kita ingin melaporkan pasar saham hari ini, kita menulis artikel ringkasan: bagaimana situasi hari ini; bagaimana naik turunnya, turunnya poin atau naiknya poin...

Namun, teknologi AI dapat mendukung produksi konten khusus untuk setiap kelompok pembaca yang hanya tertarik pada saham di industri perbankan, industri baja, atau investor asing... Pada saat yang sama, AI dapat menghasilkan 10 artikel atau lebih untuk satu edisi dan secara otomatis "menerbitkannya" kepada mereka yang memiliki kebutuhan yang sesuai. AI juga akan mendukung ruang redaksi untuk memperluas interaksi tanpa perlu menambah staf.

Lê Quốc Minh.jpg
Bapak Le Quoc Minh menyampaikan makalah di forum tersebut.

Saat ini, banyak kantor berita domestik menerapkan jurnalisme data dan visualisasi. Bapak Le Quoc Minh mengatakan bahwa jurnalisme data merupakan kombinasi analisis, pemrosesan, dan visualisasi big data, yang membantu artikel menjadi lebih hidup, mudah dipahami, dan mendalam, terutama terkait isu sosial atau ekonomi yang kompleks, termasuk banyak tokoh... Selain itu, blockchain juga menjadi tren besar dalam dunia pers untuk mengautentikasi konten. Blockchain menyimpan metadata tentang hak cipta, waktu publikasi, meningkatkan transparansi, melawan berita palsu, dan melindungi hak cipta pers global...

Di forum tersebut, jurnalis Le Quoc Minh juga berkomentar bahwa teknologi baru akan segera hadir dalam waktu dekat, yaitu realitas tertambah (AR) dan realitas virtual (VR). Hal ini akan membawa pembaca ke dunia virtual artikel, merasakan peristiwa, perang, investigasi, atau laporan di ruang nyata yang tervirtualisasi. Jurnalisme investigasi, pariwisata, pendidikan... akan sangat menginspirasi berkat pengalaman imersif dan interaksi multidimensi.

Sementara itu, dengan jurnalisme interaktif 3D dan Metaverse, ruang redaksi, reporter, dan pembaca dapat bertemu, wawancara, lokakarya, atau bertukar pendapat dalam ruang 3D, menciptakan "jurnalisme interaktif" sejati, yang meruntuhkan batasan geografis.

Dalam sambutannya, Ketua Umum Ikatan Jurnalis Vietnam juga menyampaikan berbagai hal lain terkait teknologi dalam jurnalisme, menggambarkan gambaran jurnalisme modern dengan berbagai perspektif yang beragam dan multidimensi sehingga para pengelola dan jurnalis dapat mempersiapkan mental untuk masa depan.

“Jika pers Vietnam menjadi pelopor dalam memanfaatkan teknologi baru, pers tersebut akan menjadi kompetitif dan terintegrasi, menyajikan berita yang akurat, adil, berimbang, hidup, dan personal, serta melayani semua lapisan masyarakat,” tegas Ketua Asosiasi Jurnalis Vietnam.

Sumber: https://www.sggp.org.vn/bao-chi-se-tien-phong-neu-khai-thac-duoc-cong-nghe-moi-post809678.html


Komentar (0)

No data
No data

Dalam topik yang sama

Dalam kategori yang sama

Jet tempur Su-30-MK2 jatuhkan peluru pengacau, helikopter mengibarkan bendera di langit ibu kota
Puaskan mata Anda dengan jet tempur Su-30MK2 yang menjatuhkan perangkap panas yang bersinar di langit ibu kota
(Langsung) Gladi bersih perayaan, pawai, dan pawai Hari Nasional 2 September
Duong Hoang Yen menyanyikan "Tanah Air di Bawah Sinar Matahari" secara a cappella yang menimbulkan emosi yang kuat

Dari penulis yang sama

Warisan

Angka

Bisnis

No videos available

Berita

Sistem Politik

Lokal

Produk