Pada malam hari tanggal 28 Maret, informasi dari Kepolisian Provinsi Bac Kan , Badan Keamanan Investigasi (PA09) Kepolisian provinsi ini baru saja melaksanakan surat perintah penangkapan untuk penahanan sementara, surat perintah penggeledahan untuk kediaman dan tempat kerja Hoang Thanh Binh untuk menyelidiki tindakan Penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan untuk menguasai harta benda.
Hoang Thanh Binh (lahir tahun 1977, tinggal di kelompok 8B, bangsal Phung Chi Kien, kota Bac Kan) adalah Direktur Listrik distrik Na Ri, provinsi Bac Kan.
Pihak berwenang mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Hoang Thanh Binh (paling kiri). (Foto: CACC)
Menurut hasil investigasi awal, dari tahun 2021 hingga 2023, Hoang Thanh Binh, selaku Direktur Listrik Distrik Na Ri, menganggarkan lebih dari 300 juta VND.
Kasus ini masih dalam penyelidikan dan klarifikasi lebih lanjut.
Pasal 356 KUHP Tahun 2015 mengatur tentang tindak pidana penyalahgunaan jabatan dan kekuasaan dalam menjalankan tugas kedinasan sebagai berikut:
Setiap orang yang dengan maksud dan tujuan tertentu memanfaatkan kedudukan atau kekuasaannya untuk memperoleh keuntungan pribadi atau maksud dan tujuan lain, dengan maksud dan tujuan tertentu melakukan perbuatan melawan hukum, yang mengakibatkan kerugian harta benda paling sedikit VND 10.000.000.000 (sepuluh juta rupiah) sampai dengan di bawah VND 200.000.000.000 (dua ratus juta rupiah) atau yang menimbulkan kerugian lain terhadap kepentingan negara, hak dan kepentingan sah suatu organisasi atau perseorangan, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun atau pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun.
Melakukan kejahatan dalam salah satu kasus berikut ini dapat dihukum dengan pidana penjara dari 5 sampai 10 tahun:
a) Terorganisir;
b) Melakukan tindak pidana sebanyak 2 kali atau lebih;
c) Menyebabkan kerugian harta benda mulai dari 200 juta VND sampai dengan kurang dari 1 miliar VND.
Kejahatan yang mengakibatkan kerugian harta benda sebesar 1 miliar VND atau lebih dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan paling lama 15 tahun.
Pelanggar juga dilarang memegang jabatan tertentu selama 1 sampai 5 tahun dan dapat dikenakan denda mulai dari 10 juta hingga 100 juta VND.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)