Sesuai pedoman pelaksanaan tugas pendidikan umum Kementerian Pendidikan dan Pelatihan tahun ajaran 2025-2026, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan mewajibkan daerah untuk secara serentak menghitung berbagai solusi guna mengatasi kekurangan guru, seperti penandatanganan kontrak mengajar, mobilisasi, penempatan, mutasi, dan pengaturan pengajaran antarsekolah. Jangan sampai penataan dan reorganisasi aparatur justru mengganggu atau menyebabkan kekurangan guru, yang berdampak pada mutu pendidikan. Pastikan tersedianya guru yang cukup untuk menyelenggarakan pengajaran semua mata pelajaran sesuai Program Pendidikan Umum 2018; atasi situasi penempatan dan penggunaan guru yang tidak sesuai dengan bidang studinya.
Bersamaan dengan itu, bangunlah mekanisme untuk memobilisasi sumber daya manusia yang berkualifikasi tinggi, termasuk: pengrajin, seniman, atlet profesional, dan relawan asing, untuk berpartisipasi dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan di sekolah. Terutama di bidang budaya, seni, olahraga , dan keterampilan hidup.
Daerah tengah menghitung berbagai solusi untuk mengatasi kekurangan guru seperti penandatanganan kontrak mengajar, mobilisasi, penempatan, dan pengaturan pengajaran antar sekolah.
Lembaga pendidikan membentuk klaster profesional yang sesuai. Bersikap proaktif dan kreatif dalam memobilisasi dan memanfaatkan sumber daya secara efektif, secara bertahap meningkatkan kualitas guru, terutama guru bahasa asing, mengajar mata pelajaran lain dalam bahasa asing, dan mengajar program pendidikan terpadu, terutama Bahasa Inggris, dengan tujuan menjadikan Bahasa Inggris sebagai bahasa kedua di sekolah.
Selain tugas-tugas di atas, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan juga meminta pemerintah daerah di seluruh negeri untuk terus memperkuat pengawasan, supervisi, dan manajemen pembelajaran tambahan. Kementerian juga meminta Dinas Pendidikan dan Pelatihan untuk terus mendorong penerapan teknologi informasi dan transformasi digital dalam organisasi dan manajemen kegiatan profesional di lembaga pendidikan umum; memasukkan data, memanfaatkan, dan menggunakan basis data terpadu dari seluruh sektor terkait sekolah, kelas, siswa, guru, sekolah berstandar nasional, dan informasi lainnya untuk mendukung manajemen dan arahan.
Sejalan dengan itu, terus memperkuat pengawasan, pembinaan, dan pembimbingan terhadap pelaksanaan kebijakan dan peraturan perundang-undangan di bidang pendidikan dan pelatihan dalam rangka penyesuaian batas wilayah administrasi, penataan dan perampingan aparatur, serta pelaksanaan model pemerintahan daerah dua tingkat.
Fokus pada pemeriksaan pelaksanaan Program Pendidikan Umum tahun 2018, pengorganisasian pemilihan dan penggunaan buku teks dan publikasi referensi; pengelolaan pengajaran dan pembelajaran tambahan; kegiatan lembaga pendidikan umum swasta; pelaksanaan program pendidikan terpadu, program pendidikan luar negeri...
Source: https://nld.com.vn/bo-gd-dt-thuc-hien-dieu-dong-biet-phai-thuyen-chuyen-giao-vien-day-lien-truong-196250808113302565.htm
Komentar (0)