Pada pagi hari tanggal 5 September, bertepatan dengan upacara pembukaan tahun ajaran 2023-2024, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son mengunjungi dan bekerja di provinsi Gia Lai.
Selama perjalanan kerja tersebut, Menteri Nguyen Kim Son dan Rumah Penerbitan Pendidikan Vietnam (NXBGDVN) menyerahkan 18.722 set buku pelajaran kepada siswa miskin dan mereka yang berada dalam keadaan sulit di provinsi tersebut dengan total nilai lebih dari 6 miliar VND.
Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son memberikan pidato pada upacara tersebut (foto oleh Tran Hien)
Dari jumlah tersebut, 2.000 set buku merupakan bagian dari program "Mengikuti Anda ke Sekolah" dan lebih dari 16.000 set buku pelajaran merupakan bagian dari program yang diusulkan oleh Delegasi Majelis Nasional Provinsi Gia Lai untuk diberikan kepada siswa dalam kondisi sulit di luar anggaran negara. Selain itu, Rumah Penerbitan Pendidikan Vietnam juga menyumbangkan 15 rak buku bersama, termasuk 1.920 set buku pelajaran, kepada sekolah-sekolah di daerah-daerah sulit di Provinsi Gia Lai.
Menteri Nguyen Kim Son mengatakan bahwa acara hari ini sangat istimewa karena seluruh negeri sedang menyelenggarakan upacara pembukaan untuk memulai tahun ajaran baru. Khususnya, Provinsi Gia Lai merasa terhormat menyambut Presiden Vo Van Thuong dalam upacara pembukaan ini. Melalui acara ini, sektor Pendidikan dan Pelatihan merasakan suasana gembira dan kepedulian yang mendalam dari para pemimpin Partai dan Negara, serta seluruh masyarakat terhadap sektor Pendidikan pada umumnya, dan khususnya Pendidikan di provinsi-provinsi yang memiliki banyak kesulitan, terutama di daerah etnis minoritas, daerah terpencil, dan sebagainya.
Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son menyerahkan 18.722 set buku pelajaran kepada siswa miskin dan mereka yang berada dalam kondisi sulit di Provinsi Gia Lai (foto oleh Tran Hien)
Menteri Nguyen Kim Son menekankan: “Wilayah Dataran Tinggi Tengah merupakan wilayah kunci negara ini, tetapi juga merupakan wilayah dengan banyak karakteristik, kesulitan, dan tantangan unik dalam hal ekonomi, sosial, dan pendidikan. Agar semua siswa dapat bersekolah, memastikan fasilitas, dan jumlah guru yang memadai... di mana kebutuhan minimum dan sangat penting adalah buku pelajaran, banyak daerah telah melakukan kegiatan dan inisiatif untuk memastikan siswa memiliki cukup buku pelajaran saat bersekolah. Tahun ajaran 2023-2024 adalah tahun ajaran yang terus berinovasi, dan dapat dikatakan bahwa ini adalah tahun ajaran kunci dan sentral dalam Program Pendidikan Umum 2018.”
Ikhtisar upacara (foto oleh Tran Hien)
Menteri Nguyen Kim Son berharap sektor pendidikan Provinsi Gia Lai perlu melakukan lebih banyak upaya dan memberikan perhatian khusus pada Pendidikan Etnis. Khususnya, perlu memperhatikan penataan dan perencanaan jaringan sekolah etnis minoritas dan asrama, serta mobilisasi anak-anak untuk bersekolah. Pada saat yang sama, perlu diperhatikan pula kehidupan, aspirasi, dan bimbingan karier mereka. Hal ini tidak hanya menjamin keadilan sosial, tetapi juga menunjukkan kepedulian Partai dan Negara terhadap anak-anak etnis minoritas.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)