Skor tolok ukur pedagogis meningkat sangat tinggi
Melanjutkan program sidang, pada pagi hari tanggal 13 Agustus, Panitia Tetap Majelis Nasional memberikan pendapat terhadap Rancangan Undang-Undang Pendidikan Tinggi (perubahan), Undang-Undang tentang perubahan dan penambahan sejumlah pasal dalam Undang-Undang Pendidikan, dan Undang-Undang tentang Pendidikan Vokasi (perubahan).
Menerima penjelasan di akhir pertemuan, Menteri Pendidikan dan Pelatihan Nguyen Kim Son mengatakan bahwa selama proses pembangunan, "kata kunci" kualitas ditekankan, dengan tujuan tertinggi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan.
Secara khusus, Menteri menegaskan bahwa ia akan fokus pada ketiga faktor: Kualitas manusia - kualitas sumber daya manusia dan pengembangan bakat.

Dalam konteks peningkatan otonomi, menurut Menteri, yang penting adalah menemukan cara untuk menyelaraskan otonomi dengan efektivitas dan efisiensi pengelolaan negara. "Lepaskan dengan tegas apa yang perlu dilepaskan dan genggam erat apa yang perlu digenggam. Termasuk menggenggam persoalan kemanusiaan, mengganti manusia, menutup lembaga pendidikan agar kita tidak salah melepaskan," ujar Menteri.
Isu lain yang ditekankan oleh komandan sektor pendidikan adalah manajemen dan pengawasan seluruh proses untuk memastikan kualitas pada tiga bidang yakni pedagogi, kesehatan, dan hukum.
Menurutnya, pelatihan guru telah mendapat banyak perhatian dalam beberapa tahun terakhir. Standar penerimaan untuk pelatihan guru telah meningkat secara signifikan. Tahun ini, kemungkinan besar akan berada di kelompok kompetitif yang sama dengan kedokteran dan farmasi. "Itu kabar baik," kata Menteri.
Terkait dengan pendidikan kesehatan dan hukum, menurut Bapak Son, jika dulu pendidikan kedokteran hanya mengatur pembukaan jurusan saja, kini termasuk pendidikan hukum, tidak semua fasilitas ada yang menyelenggarakan pendidikan.
"Mengendalikan ketiga area ini bukan hanya mengendalikan input, bukan hanya mengendalikan output, tetapi mengendalikan seluruh proses. Karena ketiga "guru" ini memiliki dampak yang sangat besar terhadap seluruh aktivitas masyarakat," ujar Bapak Son.

Transkrip digital, ijazah digital
Menekankan perlunya penguatan kontrol atas pendidikan doktoral, menurut Menteri, tidak semua institusi diizinkan untuk mendidik dokter. Selain itu, "sorotan" lain yang beliau sebutkan adalah peningkatan hubungan dengan dunia usaha, peran dunia usaha, dan keterhubungan ketiga pihak.
Menurut Menteri, Undang-Undang Pendidikan Tinggi dan Undang-Undang Pendidikan Vokasi juga mencakup regulasi untuk "membuka jalan" bagi model pendidikan baru, transformasi digital, dan transformasi AI.
Menteri mengatakan, mulai September ini, dalam basis data nasional, sektor pendidikan akan memasukkan dua konten yang sangat penting pada sistem portal layanan publik nasional, yaitu transkrip digital dan ijazah digital.
Ijazah peserta didik di semua jenjang nantinya akan diunggah ke VNeID. Tanpa verifikasi, ijazah pelatihan setiap orang akan tetap diketahui. Transkrip digital juga dapat dianggap sebagai catatan pembelajaran seumur hidup yang terintegrasi ke dalam VNeID.
"Dalam beberapa hari, Kementerian Pendidikan dan Pelatihan akan mengeluarkan strategi untuk mentransformasi AI dalam pendidikan. Untuk mentransformasi AI dalam pendidikan dan menerapkan model pendidikan baru, undang-undang yang direvisi ini juga menciptakan landasan hukum yang kuat untuk implementasinya," ujar Menteri Nguyen Kim Son.

Resmi: Gaji guru berada di puncak skala gaji.

Menteri Nguyen Kim Son: Keinginan untuk menaikkan gaji guru 2-3 kali lipat, 'harus dihitung dengan sangat cermat'

Kementerian Pendidikan dan Pelatihan telah mengeluarkan banyak peraturan baru tentang pembayaran guru untuk pengajaran lembur.
Sumber: https://tienphong.vn/bo-truong-nguyen-kim-son-quan-ly-ve-con-nguoi-de-nam-buong-khong-nham-post1768863.tpo
Komentar (0)