Sehubungan dengan itu, Departemen Manajemen Perkotaan Kota Di An ( Binh Duong ) telah mengirimkan dokumen kepada Komite Rakyat Kota Di An mengenai pendaftaran jadwal kerja untuk melaporkan kemajuan, menghilangkan hambatan dan mempercepat kemajuan renovasi kawasan perumahan spontan di wilayah tersebut.
Di antara kawasan pemukiman yang perlu mengadakan pertemuan dan bekerja untuk mendokumentasikan situasi dan menemukan cara untuk menyelesaikan kesulitan dan hambatan, ada kawasan pemukiman Dai Dung (kelurahan Di An) yang diwakili oleh Ibu Tran Thi Bich Hong.
Ini merupakan langkah positif dari pemerintah setempat, setelah bertahun-tahun masyarakat di kawasan pemukiman ini terus menerus mengirimkan petisi "minta tolong" karena tidak diberikan buku merah.
Seperti yang telah diberitakan sebelumnya oleh Jurnalis dan Opini Publik, proyek kawasan pemukiman Dai Dung meliputi dua kawasan di kelurahan An Binh dan Di An, telah disetujui oleh Komite Rakyat Provinsi Binh Duong untuk perencanaan rinci dalam Keputusan No. 1974 dan 1975 tanggal 13 Juli 2000 dengan skala lebih dari 49.200 m2 oleh Dai Dung Company Limited selaku investor.
Pada tahun 2013, Komite Rakyat Provinsi Binh Duong mencabut keputusan yang menyetujui perencanaan rinci tahun 2000, menugaskan Kota Di An untuk mengelola renovasi sesuai dengan status terkini, dan menerbitkan sertifikat hak guna lahan (LURC) kepada masyarakat. Penerbitan sertifikat berdasarkan rencana ini didasarkan pada status infrastruktur teknis terkini dan mengurangi luasan LURC yang direncanakan untuk perluasan jalan di masa mendatang.
Pasar Di An 2 pernah diusulkan untuk dimasukkan dalam daftar sitaan guna pelaksanaan putusan pengadilan, dan segera diselesaikan penerbitan sertifikat kepada masyarakat, namun banyak permasalahan lain yang dihadapi.
Selain itu, terdapat sekitar 100 kasus di luar batas kedua proyek di mana Bapak Dinh Quy Dung (pemilik Dai Dung Company Limited) membagi tanah menjadi beberapa kavling dan menjualnya, yang belum diperbarui dalam daftar perbaikan tanah sesuai Resolusi No. 35 tanggal 23 Desember 2014 dari Komite Partai Kota Di An (sekarang Komite Partai Kota Di An). Komite Rakyat Kota Di An belum mempertimbangkan kasus-kasus ini.
Saat ini, rumah tangga telah melakukan pengukuran rinci tetapi belum dapat melaksanakan langkah selanjutnya dari Rencana Pemberian Sertifikat Hak Guna Tanah.
Alasan yang dikemukakan adalah bahwa seluruh areal tanah proyek tersebut merupakan milik dari 6 sertifikat hak guna tanah yang terdaftar atas nama perorangan dan rumah tangga dan sedang dikelola oleh Departemen Penegakan Putusan Perdata Kota Di An untuk memastikan pelaksanaan putusan Tuan Dinh Quy Dung (yang dijatuhi hukuman penjara dengan masa percobaan karena penggelapan pajak dalam sejumlah proyek), sehingga tidak ada dasar untuk menentukan batas dan mengurangi luas pada sertifikat hak guna tanah.
Komite Rakyat Kota Di An telah berkali-kali bekerja sama dengan perwakilan rumah tangga dan Dinas Penegakan Putusan Perdata untuk menemukan solusi penerbitan sertifikat hak guna lahan bagi rumah tangga. Khususnya, diusulkan agar Dinas Penegakan Putusan Perdata menyita properti Bapak Dinh Quy Dung, Pasar Di An 2, alih-alih mengelola 6 sertifikat hak guna lahan untuk memastikan penegakan putusan.
Namun, penyitaan Pasar Di An 2 juga menemui banyak kendala akibat perselisihan yang timbul dalam keluarga Bapak Dung. Oleh karena itu, Komite Rakyat Kota Di An mendukung rencana keluarga tersebut untuk membayar uang pelaksanaan putusan atas nama Bapak Dinh Quy Dung guna menerima 6 sertifikat hak guna tanah sebagai dasar pemberian sertifikat hak guna tanah kepada keluarga tersebut.
Namun, setelah pembayaran di muka ini, kelompok rumah tangga yang memberikan uang muka tersebut meminta untuk menyimpan 6 sertifikat hak guna tanah di atas. Setiap rumah tangga di wilayah permukiman Dai Dung yang ingin mendapatkan sertifikat hak guna tanah harus membayar kepada kelompok orang yang memberikan uang muka tersebut, sehingga banyak rumah tangga yang tidak setuju.
Oleh karena itu, permohonan untuk mendapatkan sertifikat hak guna tanah di kawasan permukiman Dai Dung belum dapat dilaksanakan hingga saat ini.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)