Lumba-lumba belang memiliki dua sirip yang aneh, kemungkinan besar karena kelainan genetik yang terjadi selama perkembangan di dalam rahim.
Lumba-lumba belang dengan sirip berbentuk aneh. Foto: Alexandros Frantzis/Lembaga Penelitian Cetacea Pelagos
Para ilmuwan dari Pelagos Cetacean Research Institute menemukan seekor lumba-lumba belang ( Stenella coeruleoalba ) yang unik di lepas pantai Yunani, lapor IFL Science pada 18 Desember. Sirip di kedua sisi hewan tersebut berbentuk kait, sehingga menyerupai tangan dengan ibu jari. Namun, tim menemukan bahwa lumba-lumba belang tersebut masih berperilaku normal bersama kawanannya di Teluk Korintus di Laut Ionia.
Lumba-lumba belang relatif umum, dengan jantan biasanya mencapai panjang 2,7 m dan berat sekitar 158 kg, sementara betina mencapai panjang 2,4 m dan berat 150 kg. Mereka sangat sosial dan hidup dalam kawanan besar yang dapat menampung hingga 100 anggota. Mereka aktif, lincah, dan fleksibel, serta dapat melompat hingga 6 m di atas permukaan air, menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA).
"Ini adalah pertama kalinya kami melihat morfologi sirip yang mengejutkan ini dalam 30 tahun survei kelautan serta dalam penelitian lumba-lumba terdampar di sepanjang pantai Yunani," kata Alexandros Frantzis, presiden Institut Penelitian Paus Pelagos.
Bentuk sirip yang tidak biasa ini kemungkinan besar disebabkan oleh kelainan genetik dalam perkembangan lumba-lumba di dalam rahim. Secara anatomi, manusia dan lumba-lumba sangat mirip pada pergelangan tangan dan tangan mereka.
Jari-jari mereka terhubung dalam urutan yang unik, dengan jaringan ikat yang sangat kuat. Dalam hal ini, satu jari tidak menyatu dengan jari lainnya tetapi tetap terpisah. Hal ini dapat terjadi pada bulan pertama atau kedua kehamilan. Sulit untuk memastikannya secara spesifik tanpa sinar-X. Sesuatu yang tidak biasa telah terjadi selama perkembangan, sebuah kasus yang hanya terjadi satu dari sejuta," jelas Profesor Bruno Cozzi, penulis buku Anatomy of Dolphins .
Cozzi yakin bahwa sirip lumba-lumba belang yang aneh ini ditentukan secara genetik, bukan karena cedera, karena kondisi tersebut memengaruhi kedua sirip, bukan hanya satu. Ia juga yakin lumba-lumba tidak akan mengalami banyak konsekuensi negatif akibat perubahan bentuk sirip tersebut. "Lumba-lumba tidak menggunakan siripnya untuk mencengkeram, jadi dampaknya tidak akan terlalu besar. Mungkin kemampuan berenang mereka akan sedikit terganggu," ujarnya.
Thu Thao (Menurut Ilmu Pengetahuan IFL )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)