Dalam sebuah artikel yang diterbitkan pada 19 Agustus, New York Times (AS) melaporkan bahwa kampanye penggalangan dana Vietnam untuk mendukung Kuba terjadi pada kesempatan kedua negara merayakan ulang tahun ke-65 terjalinnya hubungan diplomatik .
Artikel ini diawali dengan deskripsi seorang tokoh Vietnam bernama Dinh Hien Mo, berusia 33 tahun - yang mengetahui tentang kampanye yang menyerukan dukungan bagi rakyat Kuba melalui sebuah artikel yang dibagikan di media sosial.
Bapak Do Van Chien (kelima dari kanan), anggota Politbiro , Sekretaris Komite Sentral Partai, Sekretaris Komite Partai Front Tanah Air, organisasi massa pusat, Ketua Komite Sentral Front Tanah Air Vietnam, dan para delegasi menekan tombol peluncuran Program. (Foto: Front Tanah Air Vietnam) |
Ia menyaksikan dan membaca kisah-kisah bermakna tentang Vietnam dan Kuba selama masa-masa sulit ketika Vietnam menghadapi banyak kesulitan. Selama masa perang yang sulit, Kuba berkali-kali membantu Vietnam, membangun rumah sakit, mengirimkan dokter-dokter yang handal, tebu, dan ternak ke Vietnam. Tersentuh oleh kebaikan yang telah diberikan rakyat Kuba kepada Vietnam di masa lalu, ia memutuskan untuk menyumbangkan 500.000 VND dari pendapatan sederhana dari toko kelontong keluarganya untuk membantu Kuba mengatasi kesulitan yang ada saat ini.
The New York Times menggambarkan donasi Dinh Hien Mo sebagai bagian dari gelombang orang Vietnam yang berbagi perasaan mereka dengan rakyat Kuba dalam kampanye penggalangan dana yang diluncurkan oleh Palang Merah Vietnam . Surat kabar tersebut melaporkan bahwa hanya dalam minggu pertama, kampanye tersebut berhasil mengumpulkan lebih dari $13 juta—jauh melampaui ekspektasi penyelenggara.
Menurut artikel tersebut, bagi banyak orang di Kuba dan Vietnam, sumbangan di atas telah membantu mengenang tahun-tahun solidaritas, ketika kedua bangsa berbagi keinginan untuk kemerdekaan nasional di bawah bendera revolusioner.
Dalam beberapa tahun terakhir, para pakar ekonomi Vietnam juga sering mengunjungi Havana untuk berbagi pengalaman dalam mendukung Kuba. Namun, embargo AS telah berdampak signifikan terhadap Kuba sejak 1962. Saat ini, banyak sektor ekonomi Kuba menghadapi berbagai kesulitan. Selama bertahun-tahun, Vietnam terus mendesak AS untuk segera mencabut embargo terhadap Kuba, sembari meningkatkan kegiatan dukungan untuk Havana, terutama bantuan beras.
Surat kabar AS tersebut menilai bahwa kampanye penggalangan dana di Vietnam memiliki makna yang menghubungkan masyarakat kedua negara. Lebih dari 1,7 juta donasi telah tercatat, mulai dari yang hanya 10.000 VND hingga yang lebih besar, untuk disumbangkan kepada rakyat Kuba.
Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel Bermudez mengunggah sebuah artikel di jejaring sosial X yang mengungkapkan rasa terima kasihnya atas tindakan rakyat Vietnam di atas. Pemimpin Kuba tersebut menyebut ini sebagai "tindakan cinta" yang datang dari "bangsa yang pekerja keras dan heroik, yang telah bangkit setelah berbagai perang dan kini membuat dunia mengagumi pembangunan berkelanjutannya".
"Saya tahu dukungan dari Vietnam tidak akan cukup untuk menyelesaikan semuanya, tetapi saya harap itu akan sedikit membantu. Dan saya berharap ekonomi Kuba akan membaik sehingga masyarakat di sana dapat menjalani kehidupan yang lebih baik," ujar Dinh Hien Mo kepada New York Times.
Pada hari yang sama, Granma, corong Partai Komunis Kuba, menerbitkan sebuah artikel berjudul "Jutaan Dolar Bergabung dalam Kampanye untuk Mendukung Kuba di Vietnam". Artikel tersebut mengutip angka-angka dari Palang Merah Vietnam, yang menyatakan bahwa hingga pukul 11.00 pagi tanggal 19 Agustus, jumlah uang yang terkumpul mencapai VND341,1 miliar (sekitar USD13,12 juta), lima kali lipat dari target awal. Di antaranya adalah sumbangan dari Rumah Sakit Persahabatan Vietnam-Kuba (Dong Hoi, Quang Binh) - salah satu dari lima rumah sakit yang disponsori oleh pemimpin Fidel Castro ketika beliau mengunjungi Vietnam pada tahun 1973.
Pada tanggal 18 Agustus, Kantor Berita Vietnam (VNA) juga meluncurkan kampanye untuk mendukung rakyat Kuba "65 tahun persahabatan Vietnam - Kuba", menanggapi program kampanye Komite Sentral Palang Merah Vietnam.
Granma mengutip Ibu Vu Viet Trang, Direktur Jenderal VNA, yang menegaskan hubungan istimewa antara kedua negara: "Kemitraan ini telah menjadi simbol solidaritas internasional yang patut dicontoh, yang telah melewati ujian waktu dan kesulitan", dan mengenang pernyataan terkenal Pemimpin Fidel Castro: "Demi Vietnam, Kuba rela berkorban!" telah menjadi simbol cinta sejati yang terukir abadi di hati rakyat Vietnam.
Sebelumnya, pada tanggal 15 Agustus, Peoples Dispatch (India) melaporkan gerakan massa di India dan Vietnam merayakan ulang tahun ke-99 Fidel Castro, dan meluncurkan kampanye penggalangan dana untuk mendukung rakyat Kuba.
Menurut Palang Merah Vietnam, hingga pukul 8:00 malam tanggal 19 Agustus, kampanye untuk mendukung rakyat Kuba telah menerima 1,76 juta sumbangan dengan total VND346,7 miliar. Informasi tentang penerimaan dukungan untuk rakyat Kuba: - Nama unit: PALANG MERAH VIETNAM - Nomor rekening: 2022 - Bank: Bank Saham Gabungan Komersial Militer (MBBank) - Transfer konten: KUBA |
Sumber: https://thoidai.com.vn/chien-dich-ung-ho-nhan-dan-cua-tai-viet-nam-thu-hut-su-chu-y-cua-bao-chi-quoc-te-215679.html
Komentar (0)