Rusia telah membatalkan perjanjian yang mengizinkan ekspor biji-bijian Ukraina melalui Laut Hitam. (Sumber: Anadolu Agency) |
"Saat ini, sebuah peluang telah muncul dengan pengangkutan gandum Ukraina," kata Tn. Plavnieks di radio Latvia.
Kepala perkeretaapian Latvia menekankan bahwa sekitar 500 ribu hingga 1 juta ton biji-bijian Ukraina dapat diangkut melalui koridor ini per tahun.
Ukraina adalah produsen dan eksportir biji-bijian utama. Produksi biji-bijiannya pada tahun 2023 diperkirakan akan turun menjadi sekitar 46 juta ton, turun dari 53 juta ton pada tahun 2022 dan rekor 86 juta ton pada tahun 2021.
Kiev hanya mengonsumsi sekitar 17 juta ton gandum setiap musim dan harus mengekspor sisanya.
Namun, sejak Rusia melancarkan operasi militer khusus di Ukraina pada Februari 2022, pelabuhan-pelabuhan utama telah diblokir, yang berdampak pada ekspor. Situasi ini telah memaksa produsen Ukraina untuk menyesuaikan rencana penanaman mereka dan beralih dari sereal ke minyak sayur, yang lebih mahal tetapi menghasilkan lebih sedikit.
Industri biji-bijian Kiev sedang bermasalah setelah Moskow menarik diri dari perjanjian yang mengizinkan ekspor biji-bijian Ukraina dari Laut Hitam. Negara itu kini hanya dapat mengekspor biji-bijian dalam jumlah terbatas melalui pelabuhan-pelabuhan kecil di Sungai Donau dan melintasi perbatasan darat di Eropa Barat.
Pada bulan Juli, Latvia meminta Komisi Eropa (EC) untuk mengembangkan rute yang memungkinkan biji-bijian Ukraina mencapai lima pelabuhan di tiga negara Baltik, yaitu Latvia, Lituania, dan Estonia. Kelima pelabuhan ini memiliki kapasitas ekspor biji-bijian gabungan hingga 25 juta ton per tahun.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)