| Para delegasi pada seminar "Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (AfCFTA): Peluang dan Tantangan bagi Vietnam" yang diadakan pada 24 Mei di Hanoi . (Sumber: Panitia Penyelenggara) |
Lokakarya ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan untuk memperingati Hari Afrika (25 Mei), dan juga mencerminkan tema Uni Afrika (AU) untuk tahun 2023: "Tahun AfCFTA: Mempercepat Implementasi Perdagangan Bebas di Benua Afrika".
Lokakarya tersebut dihadiri oleh para duta besar Afrika untuk Vietnam, pejabat pemerintah , diplomat, pembuat kebijakan, peneliti, dan pelaku bisnis dari Vietnam, Afrika, dan internasional.
Pada konferensi tersebut, para delegasi membahas implementasi AfCFTA, peraturan dan ketentuannya, keuntungan dan kerugian dari implementasinya, serta menganalisis dan mengevaluasi peluang dan tantangan kerja sama antara Vietnam dan negara-negara Afrika setelah AfCFTA selesai, untuk menemukan pendekatan baru bagi kerja sama antar pihak.
Ketika beroperasi penuh, AfCFTA akan menjadi kawasan perdagangan bebas terbesar di dunia, dengan pasar yang terdiri dari 1,3 miliar orang dan Produk Domestik Bruto (PDB) hingga US$3,4 triliun.
Implementasi AfCFTA akan membantu Afrika mencapai integrasi ekonomi yang lebih dalam, menarik investasi, meningkatkan perdagangan, menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan membawa kemakmuran bagi negara-negara Afrika.
Secara spesifik, menurut laporan Bank Dunia (WB) tahun 2020, AfCFTA dapat membantu meningkatkan FDI Afrika sebesar 111%-159% dengan menarik investasi lintas batas melalui hambatan tarif dan non-tarif, menggantikan perjanjian perdagangan regional dan bilateral dengan satu perjanjian terpadu.
Pada Sidang Pleno ke-18 di Addis Ababa, Ethiopia, pada Januari 2012, para pemimpin Afrika memutuskan untuk mendirikan Kawasan Perdagangan Bebas Kontinental Afrika (AfCFTA). Setelah lebih dari 7 tahun persiapan, pada Mei 2019, Perjanjian AfCFTA mulai berlaku dengan ratifikasi awal oleh 22 negara Afrika. Hingga saat ini, 46 negara Afrika telah secara resmi meratifikasi Perjanjian AfCFTA. |
AfCFTA dapat menciptakan banyak lapangan kerja baru dengan pendapatan yang lebih tinggi, dan secara signifikan meningkatkan peluang kerja bagi perempuan.
Pada tahun 2035, berkat AfCFTA, upah perempuan Afrika akan meningkat sebesar 11,2% dan upah laki-laki akan meningkat sebesar 9,8%. AfCFTA akan membantu Afrika berintegrasi lebih dalam, dengan ekspor Afrika ke dunia meningkat sebesar 32% dan ekspor intra-Afrika meningkat sebesar 109%.
Ini berarti pendapatan riil dapat meningkat sebesar 9%, dan pada tahun 2035, 50 juta orang di Afrika akan memiliki kesempatan untuk keluar dari kemiskinan ekstrem.
Selain itu, AfCFTA tidak hanya membantu negara-negara Afrika mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Perserikatan Bangsa-Bangsa, tetapi juga berkontribusi pada Agenda Afrika 2063 Uni Afrika (AU).
Vietnam dan negara-negara Afrika memiliki tradisi persahabatan yang panjang, selalu saling mendukung mulai dari perjuangan pembebasan nasional hingga proses pembangunan nasional. Meskipun pandemi Covid-19 menyebabkan penurunan volume perdagangan antara Vietnam dan wilayah lain, volume perdagangan antara Vietnam dan negara-negara Afrika masih mencatat pertumbuhan positif.
Ekspor utama Vietnam ke Afrika meliputi barang-barang industri, produk pertanian (bahan makanan, kopi, teh, lada, makanan laut), dan produk olahan. Sementara itu, Vietnam terutama mengimpor bahan baku (kapas, kacang mete, kayu, dll.) dari Afrika. Karena barang-barang kedua belah pihak saling melengkapi, implementasi AfCFTA akan menciptakan peluang bagi barang-barang Vietnam dengan keunggulan kompetitif untuk menembus pasar Afrika secara lebih luas, dan sebaliknya.
| Para delegasi percaya bahwa Vietnam perlu mengidentifikasi cara-cara baru untuk bekerja sama dengan Afrika demi pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran bersama kedua belah pihak. (Sumber: Panitia Penyelenggara) |
Selama dekade terakhir, perdagangan antara Vietnam dan Afrika telah meningkat lebih dari dua kali lipat, dari hanya $2,52 miliar pada tahun 2010 menjadi $5,5 miliar pada tahun 2022. Dengan diberlakukannya AfCFTA, perdagangan Vietnam dengan pasar Afrika akan meningkat secara signifikan.
Selain itu, investasi bisnis Vietnam di Afrika juga difasilitasi oleh AfCFTA, khususnya melalui pengurangan prosedur administratif dan insentif pajak.
Namun, di samping peluang yang dibawa oleh AfCFTA, perjanjian ini juga menghadirkan tantangan bagi Vietnam. Misalnya, Vietnam akan menghadapi persaingan yang lebih ketat dari negara lain ketika memasuki pasar Afrika. Dalam konteks regional dan internasional yang baru, terutama dengan selesainya AfCFTA, Vietnam perlu menemukan pendekatan baru untuk kerja sama dengan Afrika demi pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran bagi semua pihak.
Sumber






Komentar (0)