Pada tanggal 24 Mei, Bapak Le Viet Hai, Ketua Dewan Direksi Hoa Binh Construction Group Corporation (HBC), mengirimkan penjelasan tertulis kepada Bursa Efek Kota Ho Chi Minh tentang langkah-langkah untuk mengatasi situasi pembatasan perdagangan saham perusahaan.
Bapak Le Viet Hai mengatakan bahwa akhir-akhir ini, manajemen internal perusahaan telah menghadapi sejumlah masalah.
Selain itu, situasi pasar properti dan keuangan sedang fluktuatif. Sejumlah proyek terpaksa menghentikan konstruksi, yang mengakibatkan kesulitan dalam mengonfirmasi volume dan nilai penyelesaian dari investor, sehingga memengaruhi proses pembayaran dan pelunasan.
Hal ini memengaruhi keberlangsungan operasi perusahaan, termasuk penyelesaian laporan keuangan tahunan yang tepat waktu.
Saat ini, HBC sedang bekerja sama dengan auditor untuk menyelesaikan laporan keuangan tahun 2022 sesegera mungkin.
Ia berkomitmen bahwa HBC akan mengungkapkan informasi mengenai Laporan Keuangan 2022 segera setelah diterbitkan, dan pada saat yang sama mengungkapkan informasi mengenai Laporan Tahunan 2022 sesuai ketentuan.
Pada tahun 2024, HBC akan secara ketat mematuhi peraturan tentang penerbitan laporan keuangan tahun 2023 tepat waktu.
Sebelumnya, saham HBC dipindahkan dari perdagangan terkendali menjadi perdagangan terbatas karena keterlambatan penyampaian laporan keuangan yang telah diaudit untuk tahun 2022 lebih dari 45 hari setelah batas waktu yang ditentukan.
Setelah perang saudara, Hoa Binh Construction sedang menjalani restrukturisasi yang kuat. Pada 19 Mei, Bapak Le Viet Hai menandatangani serangkaian keputusan terkait personel dalam kepemimpinannya.
Khususnya, Bapak Le Van Nam diangkat sebagai Direktur Jenderal sejak 1 Juni. Dewan Direksi menyetujui keputusan untuk mengangkat Bapak Nguyen Khanh Hoang sebagai Wakil Direktur Jenderal HBC sejak 1 Juni; memberhentikan Bapak Pham Quoc Thang dari jabatan Kepala Akuntan sejak 31 Mei dan mengangkat Ibu Le Thi Phuong Uyen untuk menggantikan Bapak Thang sebagai Kepala Akuntan sejak 1 Juni.
Selain itu, Dewan Direksi juga mengeluarkan serangkaian keputusan penting. Misalnya, Dewan Direksi menyetujui pembelian sisa 75% saham proyek 127 An Duong Vuong (Distrik 10, Distrik 6, HCMC) dari Thanh Ngan Company untuk mencapai kepemilikan 100%.
HBC menyetujui pelaksanaan proposal kredit dan transaksi dengan Bank Maritim. Batas kredit jangka pendek maksimum adalah 2.000 miliar VND. Dari jumlah tersebut, batas pinjaman maksimum adalah 1.000 miliar VND; batas jaminan maksimum adalah 1.000 miliar VND.
Tujuan: menambah modal kerja, jaminan operasional bisnis, jangka waktu maksimal 12 bulan sejak tanggal penandatanganan akad kredit untuk menerbitkan 5 juta saham kepada Sanei.
Perusahaan ini juga menyetujui perjanjian pengalihan hak guna tanah milik Bapak Le Viet Hai dan Ibu Bui Ngoc Mai atas 3 bidang tanah dengan luas total 7.218,6 m2 (di Jalan Phan Van Hon, Kelurahan Tan Thoi Nhat, Distrik 12, Kota Ho Chi Minh) senilai 120 miliar VND.
Selain itu, pimpinan HBC juga menyetujui pembelian seluruh saham Bapak Le Viet Hai di Pax International Company sesuai dengan modal disumbangkan aktualnya (138 miliar VND).
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)