Menanggapi gerakan "Literasi Digital untuk Semua" yang diluncurkan oleh Pemerintah, Kementerian Keamanan Publik , dan Kepolisian Provinsi Phu Tho, dengan tujuan "menghilangkan buta teknologi", membantu masyarakat mengakses dan menggunakan teknologi digital secara efektif, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat yang beradab dan modern, Komune Long Coc telah mengembangkan rencana dan mengimplementasikan gerakan tersebut di tingkat akar rumput.
Rencananya, mulai 11 Agustus 2025, Kepolisian Komune Long Coc akan berkoordinasi dengan Persatuan Pemuda untuk menyelenggarakan "Kelas Literasi Digital" keliling di setiap permukiman. Materi utamanya meliputi: sosialisasi pengetahuan tentang transformasi digital dan keterampilan digital bagi kader, anggota partai, anggota serikat, dan masyarakat; pendampingan pemasangan dan aktivasi identifikasi elektronik VNeID level 2; praktik pendaftaran dan penyampaian prosedur administrasi melalui layanan publik daring; sekaligus membekali pengetahuan tentang keamanan dan keselamatan jaringan, serta keterampilan untuk mengidentifikasi dan mencegah penipuan di dunia maya.
Suasana kelas "Pendidikan Populer" di komune Long Coc.
Tepat di kelas pertama di wilayah Man Gao, kelas tersebut menarik partisipasi 52 warga. Mereka tidak hanya mendengarkan perkenalan, tetapi juga menerima dukungan langsung dari anggota serikat pekerja dalam setiap operasi, "bergandengan tangan dan menunjukkan cara melakukannya" langsung melalui ponsel pintar atau tablet mereka.
Bapak Nguyen Van Thang (65 tahun, wilayah Man Gao) bercerita: "Sebelumnya, saya hanya mendengar anak dan cucu saya berbicara tentang layanan publik daring, tetapi saya tidak berani melakukannya sendiri karena takut salah. Sekarang, dengan bimbingan penuh semangat dari anggota serikat, saya dapat mendaftarkan prosedur pendaftaran tempat tinggal sementara bagi kerabat saya tanpa harus bolak-balik berkali-kali."
Senada dengan itu, Ibu Hoang Thi Thu (32 tahun) mengungkapkan: "Yang paling saya sukai adalah kelasnya tidak terlalu menekankan teori, melainkan praktik melalui telepon. Sebelumnya, saya harus pergi ke Komite Rakyat komune untuk segala keperluan, sekarang saya bisa mengurusnya secara daring dengan sangat mudah."
Orang-orang "digandeng tangan" selangkah demi selangkah saat mempraktikkan teknologi digital .
Dengan pendekatan yang fleksibel dan dekat dengan masyarakat, gerakan "Literasi Digital untuk Semua" di komune Long Coc awalnya telah membuahkan hasil yang nyata. Masyarakat tidak lagi takut dengan teknologi, dan secara bertahap menguasai aplikasi digital dalam kehidupan sehari-hari.
Banyak anggota yang berpartisipasi dalam dukungan ini juga berbagi perasaan positif. "Awalnya, kami agak khawatir karena takut orang-orang akan kesulitan mendekati kami, tetapi ketika kami memberikan instruksi langsung dan melihat mereka bisa melakukannya, mereka senang dan bersemangat, kami menjadi lebih termotivasi. Ini bukan hanya tentang mengajarkan teknologi, tetapi juga cara untuk menghubungkan generasi-generasi di komunitas," ungkap seorang anggota.
Gerakan "Pendidikan Digital untuk Semua" menjadi sorotan dalam upaya transformasi digital di Long Coc. Dari antusiasme para petugas kepolisian dan anggota serikat pemuda, hingga respons positif masyarakat, model ini menjanjikan akan terus direplikasi di komune-komune lain di provinsi ini.
Dapat dilihat bahwa "Literasi Digital untuk Rakyat" bukan sekadar kelas teknologi, tetapi juga jembatan untuk mendekatkan masyarakat Long Coc dengan proses transformasi digital nasional. Ketika "literasi teknologi" berhasil, masyarakat tidak hanya menguasai perangkat dan aplikasi, tetapi juga berkontribusi dalam membangun fondasi sosial digital yang kokoh sejak dari akar rumput.
Sumber: https://phunuvietnam.vn/cong-an-xa-dua-binh-dan-hoc-vu-so-ve-thon-20250822164600399.htm
Komentar (0)