Dalam sejarah Piala AFF (sekarang Kejuaraan ASEAN), belum pernah ada tim yang menjuarainya 3 kali berturut-turut. Tim Thailand adalah tim dengan gelar terbanyak, yaitu 7 kali, termasuk 3 kali juara berturut-turut pada tahun 2000 dan 2002, 2014 dan 2016, serta 2 kali juara terakhir pada tahun 2020 dan 2022. Jika mereka terus menang tahun ini, ini akan menjadi pertama kalinya mereka menjuarai turnamen sepak bola terbesar di Asia Tenggara ini 3 kali.
Tim Thailand (kiri) dalam pertandingan melawan tim Vietnam di Piala LPBank pada bulan September 2024.
FOTO: INDEPENDENCE
Namun, setelah tim Thailand mengumumkan daftar peserta Piala AFF 2024 pada 27 November, banyak pihak yang meremehkan mereka. Pasalnya, "Gajah Perang" yang berpartisipasi di turnamen tahun ini kehilangan sederet bintang veteran yang namanya sudah tak asing lagi.
Khususnya, Chanathip Songkrasin, Teerasil Dangda, Theerathon Bunmathan, atau pemain berpengalaman seperti Sarach Yooyen, Kritsada Kaman, dan Supachai Jaided. Ketidakhadiran mereka cukup signifikan. Selain itu, alasan klub-klub di Liga 1 Thailand tidak melepas pemain adalah karena Piala AFF tidak masuk dalam jadwal FIFA Days, sehingga tim Thailand tidak mungkin memiliki pemain terbaik.
Namun, jangan berpikir bahwa ini akan menjadi turnamen transisi bagi Thailand. Mereka masih memiliki faktor-faktor unggulan yang termasuk di antara yang terbaik di sepak bola negara saat ini. Pasangan pemain Supachok Sarachat dan Ekanit Panya akan menjadi bintang yang sangat menjanjikan untuk membantu tim Thailand memasuki era baru yang lebih menjanjikan.
"Kedua pemain ini saat ini bermain di liga teratas Jepang (Liga J1). Supachok Sarachat masih bermain untuk Consadole Sapporo, sementara Ekanit Panya baru saja meninggalkan Urawa Red Diamonds untuk kembali ke kampung halamannya dan bermain untuk Muangthong United," ujar Gabriel Tan dalam artikel terbarunya di ESPN Asia.
Tak hanya itu, adik Supachok Sarachat, Suphanat Mueanta, baru saja kembali ke Buriram United setelah beberapa waktu bermain di Kejuaraan Nasional Belgia untuk OH Leuven. Lini tengah tim Thailand saat ini dihuni pemain-pemain berpengalaman seperti Weerathep Pomphan, Worachit Kanitsribampen, dan Peeradon Chamratsamee, sementara Seksan Ratree (21 tahun) masih muda namun penuh potensi. Jelas, kekuatan tim Thailand tidak menurun, justru mereka adalah pemain-pemain terbaik yang mereka miliki saat ini di tahap terbaiknya.
Satu-satunya hal yang patut dipertanyakan adalah lini pertahanan dengan bek tengah veteran Pansa Hemviboon, sementara pemain lainnya kebanyakan masih minim pengalaman dengan kurang dari 10 caps untuk tim nasional. Namun, di bawah mistar gawang "Gajah Perang" masih ada kiper hebat Patiwat Khammai. Oleh karena itu, minimnya pengalaman hanya akan menjadi masalah kecil," tegas Gabriel Tan.
Gabriel Tan juga mengatakan: "Kualitas pemain Thailand tidak perlu diragukan lagi. Pelatih Masatada Ishii yang menggunakan skuad yang sebagian besar berisi pemain-pemain muda menunjukkan bahwa ia sangat yakin dengan kemampuan mereka. Tidak mengherankan jika beberapa nama yang kurang dikenal akan sering digunakan di Piala AFF tahun ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka."
Piala AFF 2024 juga menjadi batu loncatan bagi tim Thailand yang baru untuk meraih tempat di Piala Asia 2027, dengan babak kualifikasi ketiga yang akan berlangsung pada Maret 2025. Meski begitu, tujuan terbesar Thailand tetaplah juara regional untuk ketiga kalinya secara berturut-turut," pungkas Gabriel Tan.
Di Piala AFF 2024, tim Thailand berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, Kamboja, dan Timor Leste. "Gajah Perang" dianggap memiliki peluang tinggi untuk finis pertama di grup karena lawan-lawan yang tersisa tidak kuat. Sementara itu, di Grup B terdapat tim-tim Vietnam, Indonesia, Filipina, Myanmar, dan Laos. Turnamen ini akan berlangsung mulai 8 Desember dan berakhir pada 5 Januari 2025.
Piala Asean Mitsubishi Electric 2024 disiarkan langsung dan lengkap diFPT Play, di: http://fptplay.vn
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/aff-cup-2024-danh-gia-thap-doi-tuyen-thai-lan-la-tu-chuoc-hoa-vao-than-185241204120914123.htm
Komentar (0)