Persiapkan dengan matang sebelum wawancara
Ini langkah terpenting. Mempersiapkan diri dengan matang sebelum wawancara kerja di Kota Ho Chi Minh, Hanoi , Da Nang… ibarat mempersiapkan diri secara mental. Ketika Anda memiliki pemahaman yang jelas tentang perusahaan, memahami posisi yang Anda lamar, dan berlatih pertanyaan umum, Anda akan merasa jauh lebih percaya diri. Dengan begitu, alih-alih mengkhawatirkan apa yang akan ditanyakan, Anda akan proaktif dalam menjawab, mengetahui apa yang ingin Anda sampaikan, dan bagaimana cara mengungkapkannya.
Sama seperti belajar dengan giat, Anda akan merasa lebih nyaman saat menghadapi ujian. Hal yang sama berlaku untuk wawancara. Persiapan yang matang membantu Anda berkomunikasi secara alami dan memberikan kesan yang lebih baik kepada calon pemberi kerja.
Tenang dan tetap positif
Bersantai dan tetap positif sangat penting saat menghadapi wawancara, karena membantu Anda mengendalikan emosi dan mengekspresikan diri dengan lebih jelas. Saat stres, Anda cenderung bingung, tersendat-sendat, atau lupa apa yang ingin Anda katakan. Hal ini dapat membuat Anda kehilangan poin di mata pemberi kerja, meskipun Anda kompeten. Sebaliknya, jika Anda tetap rileks, Anda akan berkomunikasi lebih alami, fleksibel, dan ramah.
Tarik napas dalam-dalam, tersenyumlah, dan anggap wawancara sebagai percakapan, bukan interogasi. Saat Anda merasa nyaman, kepercayaan diri akan muncul dengan sendirinya.
Dengarkan baik-baik dan jawab dengan jelas.
Berbicara dengan percaya diri di depan atasan dimulai dengan mengetahui cara mendengarkan terlebih dahulu, baru kemudian berbicara dengan baik. Mendengarkan dengan saksama dan menjawab dengan jelas merupakan bagian penting untuk membantu Anda berkomunikasi dengan lebih percaya diri dalam wawancara. Dengan mendengarkan dengan saksama, Anda akan memahami pertanyaan dengan benar dan menghindari jawaban yang bertele-tele atau melenceng—sesuatu yang sering dilakukan banyak orang saat gugup. Menjawab dengan jelas dan koheren tidak hanya membantu atasan memahami Anda dengan lebih baik, tetapi juga menunjukkan bahwa Anda profesional dan tahu cara menyampaikan ide. Selain itu, dengan mendengarkan dengan saksama dan berbicara langsung ke intinya, Anda akan merasa memegang kendali percakapan, sehingga menjadi jauh lebih percaya diri.
Pertahankan kontak mata dan bahasa tubuh
Komunikasi bukan hanya soal kata-kata, tetapi kontak mata dan bahasa tubuh juga memainkan peran yang sangat penting, terutama dalam wawancara. Saat Anda menatap mata perekrut (tentu saja, bukan menatap langsung), Anda menunjukkan fokus, rasa hormat, dan kepercayaan diri.
Bahasa tubuh, seperti duduk tegak, mengangguk saat mendengarkan, atau tersenyum di saat yang tepat, dapat membantu Anda terlihat lebih ramah dan profesional. Di sisi lain, jika Anda menunduk, menyilangkan tangan, atau menggerakkan tangan dan kaki, hal itu dapat membuat Anda tampak tidak percaya diri atau tidak nyaman. Jadi, sedikit penyesuaian bahasa tubuh dapat membantu Anda "mendapatkan poin" tanpa perlu bicara terlalu banyak!
Terimalah bahwa tidak ada seorang pun yang sempurna
Menerima bahwa tidak ada orang yang sempurna dapat membantu Anda merasa lebih rileks dan lebih percaya diri saat menghadapi wawancara. Faktanya, perusahaan tidak mengharapkan Anda menjawab setiap pertanyaan dengan 100% benar. Mereka lebih peduli dengan cara Anda berpikir, menangani situasi, tetap tenang, jujur, dan mau belajar. Rasa percaya diri tidak datang dari kesempurnaan, tetapi dari rasa nyaman menjadi diri sendiri, meskipun ada beberapa hal yang sulit.
Berbicara dengan percaya diri di depan calon pemberi kerja saat wawancara bukanlah hal yang mustahil atau hanya untuk mereka yang pandai berkomunikasi. Selama Anda mempersiapkan diri dengan baik, tetap rileks, mendengarkan dengan saksama, dan berkomunikasi dengan tulus, kepercayaan diri akan muncul dengan sendirinya. Semoga Anda memasuki wawancara dengan senyum lebar dan semangat yang kuat!
Sumber: https://baocantho.com.vn/de-tu-tin-noi-truoc-nha-tuyen-dung-hay-lam-5-dieu-nay--a187883.html
Komentar (0)