59 wabah terjadi selama seminggu, sehingga jumlah wabah aktif menjadi 114. Beberapa wabah memiliki hingga ratusan pasien, seperti desa Phung Xa, distrik Thach That, dengan 324 pasien; desa Vinh Ninh, desa Vinh Quynh, distrik Thanh Tri, dengan 188 pasien.
Dalam konteks peningkatan kasus demam berdarah di Hanoi, Kementerian Kesehatan meminta Institut Higiene dan Epidemiologi Nasional untuk memberikan dukungan teknis dalam pencegahan dan pengendalian demam berdarah. Pada saat yang sama, Institut tersebut berkoordinasi dengan pemerintah kota untuk menilai situasi dan penyebab peningkatan kasus, guna mencegah epidemi menyebar, meluas, dan berkepanjangan.
Selama bulan Agustus dan September, Hanoi meluncurkan kampanye sanitasi lingkungan, menyemprotkan bahan kimia untuk membunuh nyamuk di daerah-daerah berisiko tinggi yang mengalami wabah. Masyarakat diimbau untuk membersihkan sampah yang mengandung genangan air, tempat larva dan nyamuk berkembang biak.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)