Transisi dari identitas warga negara menjadi kartu identitas warga negara merupakan langkah penting untuk menyederhanakan prosedur administratif, memfasilitasi pengelolaan kependudukan, dan meningkatkan efisiensi pelayanan publik. Namun, agar proses ini berjalan lancar, masyarakat perlu memahami dengan jelas dokumen-dokumen yang perlu dipersiapkan.
Undang-Undang Identitas 2023 resmi berlaku pada 1 Juli. Sesuai peraturan, KTP 9 digit tidak lagi berlaku per 31 Desember 2024. Oleh karena itu, warga negara yang menggunakan KTP 9 digit sebaiknya menjadwalkan waktu untuk mendapatkan KTP guna memastikan kenyamanan dalam menjalankan prosedur dan transaksi di kemudian hari.
Apabila seorang warga negara telah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) sebelum 1 Juli 2024, kartu tersebut masih berlaku hingga tanggal kedaluwarsa yang tertera pada KTP. Namun, apabila KTP tersebut belum kedaluwarsa dan warga negara tersebut ingin mengganti KTP, kepolisian akan tetap menerima permohonan penerbitan KTP baru.
Warga negara yang memiliki KTP (belum kadaluarsa) dan ingin berganti ke KTP, cukup membawa KTP lama ke kantor polisi untuk menyelesaikan prosedur.
Bagi masyarakat yang sudah memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) namun ingin berganti ke KTP, tinggal membawa KTP lama ke kantor kepolisian untuk melengkapi prosedur pendaftaran pembuatan KTP baru.
Mengenai tata cara dan prosedur penerbitan KTP bagi orang yang sudah memiliki KTP (belum habis masa berlakunya) sama dengan tata cara penerbitan KTP bagi warga negara yang sudah berusia 14 tahun dan belum pernah diterbitkan KTP atau KTP dan bagi warga negara yang sudah memiliki KTP yang masa berlakunya habis.
Oleh karena itu, penerima harus memeriksa dan membandingkan informasi wajib KTP dari basis data kependudukan nasional, basis data nasional, dan basis data khusus untuk mengidentifikasi wajib KTP secara akurat. Apabila informasi wajib KTP tidak tersedia dalam basis data kependudukan nasional, prosedur pemutakhiran dan penyesuaian informasi dalam basis data kependudukan nasional harus dilakukan.
Selanjutnya, penerima mengumpulkan informasi identifikasi dan informasi biometrik termasuk foto wajah, sidik jari, dan iris orang yang membutuhkan kartu identitas.
Orang yang memerlukan kartu identitas akan memeriksa dan menandatangani tanda terima informasi identitas sebelum penerima mengeluarkan janji untuk mengembalikan kartu identitas.
Terakhir, orang yang perlu menerima kartu identitas akan dikembalikan ke lokasi yang tertera dalam surat perjanjian. Jika orang yang perlu menerima kartu identitas meminta pengembalian kartu identitas di lokasi lain, pihak pengelola kartu identitas akan mengembalikan kartu identitas di lokasi yang diminta dan orang tersebut harus membayar biaya jasa pengiriman.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/doi-can-cuoc-cong-dan-sang-the-can-cuoc-can-mang-giay-to-gi-ar902848.html
Komentar (0)