"Pesta jalanan Kenya dan kekecewaan Vietnam", itulah judul berita di laman Volleyball World - FIVB setelah menyaksikan tim voli putri Kenya mengalahkan Vietnam dengan skor 3-0 (skor set tersebut adalah 25-23, 25-22, 25-18) di babak final Grup G Kejuaraan Dunia Bola Voli Putri 2025 yang digelar di Thailand pada malam 27 Agustus.

Meskipun telah berupaya sebaik-baiknya, tim bola voli putri Vietnam tidak dapat mengalahkan Kenya di babak final babak penyisihan grup (Foto: Volleytrails).
Setelah dua kali kalah melawan lawan kelas atas Polandia dan Jerman, tim pelatih Nguyen Tuan Kiet memasuki pertandingan final melawan Kenya dengan tujuan meraih kemenangan terhormat dalam partisipasi pertama mereka di Kejuaraan Dunia Bola Voli Wanita.
Akan tetapi, pemain Vietnam tidak memulai dengan baik dan selalu berada dalam posisi mengejar di semua 3 set, hanya untuk segera menerima kekalahan.
"Ada pesta besar Kenya di lapangan setelah tim Afrika mengalahkan tim wanita Vietnam dengan servis langsung dari kapten Meldinah Nemali Sande, mencetak poin penentu dalam pertandingan final Piala Dunia Bola Voli Wanita 2025 di Thailand.
Pada pertandingan terakhir Grup G, Kenya mengadakan pesta jalanan besar-besaran dengan 21 hidangan untuk merayakan kemenangan pertama mereka di Piala Dunia melawan lawan Asia.
"Dalam setiap turnamen sebelumnya, Kenya memenangkan satu pertandingan, melawan Meksiko pada tahun 2018 dan melawan Kamerun pada tahun 2022. Sementara itu, tim putri Vietnam harus menerima posisi ke-4 tanpa satu kemenangan pun dalam partisipasi pertama mereka di kejuaraan dunia," komentar FIVB di bagian konten.

Veronica Adhiambo (No. 15) menjadi pencetak skor terbanyak pada pertandingan tersebut dengan perolehan 19 poin (Foto: Volleytrails).
Khususnya, FIVB memuji penampilan luar biasa penyerang utama Veronica Adhiambo, yang mencetak 19 poin untuk Kenya, terbanyak dalam pertandingan, termasuk 3 blok dan 1 skor langsung.
Sementara itu, striker utama Vi Thi Nhu Quynh menjadi pencetak poin paling efektif Vietnam dengan 12 poin. Namun, kapten Tran Thi Thanh Thuy—pemain yang paling dinantikan di tim Vietnam—tidak bermain dengan baik dalam pertandingan ini dan membuat timnya kalah.
"Pelajaran yang kami petik dari ini adalah bahwa segala sesuatu mungkin terjadi. Kami hanya perlu tetap fokus dan kami bisa memenangkan pertandingan besar," ujar pelatih kepala Kenya, Geoffrey Omondi Onyango, kepada VBTV setelah kemenangan tersebut.
Sumber: https://dantri.com.vn/the-thao/fivb-binh-luan-khi-bong-chuyen-nu-viet-nam-chia-tay-giai-the-gioi-20250828001431504.htm
Komentar (0)