Meski baru menempuh separuh jurusannya, Nguyen Ngoc Thuy Duong sudah mampu merancang banyak produk yang sangat diapresiasi oleh para dosennya. |
Nguyen Ngoc Thuy Duong, warga Van Phuc (lahir tahun 2008), saat ini sedang menempuh pendidikan di PoliteknikFPT Thai Nguyen High School, jurusan Desain Grafis. Untuk mempersiapkan masa depan yang cerah, Thuy Duong segera menyusun rencana spesifik. Selain belajar di sekolah, ia secara proaktif mendaftar untuk belajar bahasa Mandarin, bahasa yang dianggap memiliki potensi tinggi untuk diaplikasikan di bidang desain, komunikasi, dan bisnis di masa depan.
Thuy Duong berbagi: Saya merasa waktu yang dihabiskan di sekolah tidak lama, dan jika saya hanya mempelajari satu jurusan, itu tidak cukup untuk menciptakan keunggulan kompetitif di masa depan. Saya belajar bahasa Mandarin dengan harapan di masa depan saya dapat mengakses lebih banyak peluang, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga internasional.
Tak hanya berkutat di dunia akademis, Duong juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, terhubung dengan komunitas anak muda yang memiliki minat yang sama terhadap kreativitas. Desain pertamanya telah diakui oleh teman-teman dan guru, serta didorong untuk dikembangkan menjadi produk pribadi. Ketika ditanya apakah ia merasa tertekan karena "harus banyak belajar", Duong hanya tersenyum: Saya tidak merasa tertekan, saya hanya merasa bahagia karena saya melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi diri saya sendiri dan tentunya bermanfaat bagi masa depan saya.
Kisah Duong bukanlah satu-satunya. Dalam perjalanan lain, Do Huong Quynh, warga kelurahan Linh Son, juga menunjukkan inisiatif yang mengagumkan dari kaum muda dalam membentuk kembali jalur pengembangan diri mereka. Setelah menyelesaikan tahun pertama kuliah Pemasaran di Universitas Perdagangan Hanoi , Huong Quynh merasa jurusannya kurang cocok, sehingga ia mengambil keputusan berani untuk mendaftar ujian dan memilih universitas baru, yang mengejutkan keluarga dan banyak temannya.
Hasil ujian kelulusan SMA tahun 2024 tak hanya melampaui ekspektasi, tetapi juga mengantarkan Quynh ke impiannya: Fakultas Pedagogi Bahasa Inggris, Fakultas Bahasa Asing (Universitas Thai Nguyen ). Dengan kemampuan bahasa Inggris yang dimilikinya, di sela-sela studinya di program reguler, Quynh mendaftar menjadi asisten pengajar di dua pusat bahasa asing, mengajar langsung, mendampingi siswa, dan melatih lebih banyak keterampilan pedagogis. Tak berhenti di situ, Huong Quynh juga secara proaktif mendaftar untuk belajar bahasa Prancis, sebuah langkah untuk mempersiapkan arah pengajaran bilingual di masa depan.
Quynh berbagi: Awalnya, saya juga khawatir, takut membuat kesalahan dengan meninggalkan jurusan lama saya. Namun, semakin saya belajar, semakin saya menyadari bahwa pilihan saya tepat. Ketika saya bisa mempelajari apa yang saya sukai, dan melakukan pekerjaan yang sesuai dengan karier yang saya tekuni, saya merasa jauh lebih percaya diri dan termotivasi.
Dari kisah-kisah seperti yang dialami Thuy Duong dan Huong Quynh, satu hal yang jelas: Banyak anak muda Gen Z saat ini tidak hanya berpangku tangan menunggu kesempatan datang, tetapi secara proaktif menciptakan peluang bagi diri mereka sendiri. Mereka bersedia keluar dari zona nyaman, mencoba menerima kesalahan, belajar dan bekerja secara paralel. Meskipun harus mempelajari dua bahasa asing secara bersamaan, bekerja di banyak pekerjaan sebelum lulus, mereka tetap memiliki semangat optimis dan tujuan jangka panjang. Banyak anak muda saat ini memilih untuk memulai lebih awal, bukan untuk menjadi lebih baik dari orang lain, melainkan untuk lebih memahami diri sendiri, untuk mempersiapkan masa depan dengan lebih baik.
"Perlombaan" pengembangan diri Gen Z bukanlah perlombaan melawan masyarakat, melainkan proses peningkatan kapasitas diri, mulai dari pengetahuan, keterampilan, hingga sikap hidup. Mereka tidak takut untuk belajar lebih banyak, bekerja lebih banyak, dan tidak takut untuk mengubah arah ketika mereka merasa tidak cocok. Hal ini menunjukkan semangat kemajuan yang sangat terpuji, yaitu mampu mendengarkan diri sendiri, mampu beradaptasi, dan terus berjuang.
Pada generasi muda saat ini, mudah untuk melihat satu kesamaan yang tak terbantahkan: mereka tak mau diam dalam stereotip, tak puas dengan batasan yang telah ditetapkan. Inisiatif, semangat belajar, dan tekad untuk bangkit telah menciptakan generasi muda yang percaya diri, progresif, tahu bagaimana memilih jalan mereka sendiri, dan berani melangkah maju. Generasi yang tahu bagaimana bermimpi besar dan bertindak secara bertanggung jawab. Mereka tak hanya menemukan jalan mereka sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam membentuk wajah masyarakat masa depan.
Sumber: https://baothainguyen.vn/tieu-diem/202508/gen-z-va-cuoc-chay-dua-phat-trien-ban-than-8e50cd1/
Komentar (0)