Guru tidak hanya mengajar tetapi juga membimbing pengetahuan digital.
Dalam konteks saat ini, siswa tidak lagi sepenuhnya bergantung pada papan tulis, kapur tulis, atau sekadar mendengarkan ceramah dari guru. Guru bukan lagi "satu-satunya saluran" untuk menyampaikan pengetahuan, melainkan mereka yang membimbing dan membimbing siswa untuk menjelajahi dan menemukan di ruang digital dengan sumber informasi multidimensi yang tak terhitung jumlahnya.
Ibu Vu Thi Hong Nhung, guru Sastra, Sekolah Menengah Atas Phu Duc (Komune An Bai, Hung Yen ) mengatakan bahwa siswa saat ini mengakses jejaring sosial sangat awal, mereka peka terhadap peristiwa terkini dan memiliki kebutuhan untuk mencari informasi.
Menurut Ibu Nhung, sebagai seorang guru, beliau selalu merasa perlu keberanian untuk menjawab pertanyaan siswa. Terutama, untuk masalah rumit yang tidak sesuai dengan usia mereka, beliau akan membimbing mereka untuk mengesampingkannya sementara, menunggu pengalaman hidup yang lebih banyak. Namun, jika pertanyaan tersebut dapat membantu perkembangan kognisi dan keterampilan, beliau selalu mendorong siswa untuk belajar lebih giat.
Empati dan kepekaan adalah kualitas yang tak tergantikan bagi seorang guru masa kini. Guru digital mendampingi siswa baik di kelas maupun daring, tempat mereka berbagi pemikiran dan minat.
Menurut Ibu Nguyen Thi Hong, SMA Nguyen Duc Canh (Kelurahan Tran Lam, Hung Yen), jika dimanfaatkan dengan baik, jejaring sosial akan menjadi saluran penghubung yang efektif antara guru dan siswa. Banyak kelompok belajar dan pertukaran pelajaran telah dibentuk, di mana guru dan siswa berpartisipasi dalam diskusi.
"Saya memantau secara diam-diam, hanya memberikan nasihat yang lembut bila diperlukan. "Memecahkan masalah" siswa, terutama masalah psikologis remaja, juga membutuhkan pendekatan yang bijaksana seperti seorang teman agar mereka merasa diajak berbagi dan tidak diawasi," ungkap Ibu Hong.
Meningkatkan kemampuan digital secara proaktif
Untuk mendukung kegiatan mengajar, banyak guru secara proaktif meningkatkan keterampilan TI mereka, meneliti, dan menerapkan perangkat lunak serta alat bantu pengajaran modern. Beberapa guru juga mengeksplorasi dan membangun perkuliahan elektronik yang menarik, mengintegrasikan video , gambar, dan latihan interaktif, yang membantu siswa menjadi lebih tertarik belajar dan menyerap pengetahuan dengan lebih efektif.
Di Sekolah Dasar dan Menengah Phuc Khanh (Komune Phuc Khanh, Hung Yen), Ibu Nguyen Thi Quyen belajar sendiri grafis dasar untuk merancang permainan dan ceramah yang menarik.
Ibu Quyen berpendapat bahwa efek dalam perangkat lunak PowerPoint tidak lagi semenarik sebelumnya bagi siswa. Oleh karena itu, guru perlu secara proaktif mempelajari lebih banyak keterampilan desain agar siswa dapat belajar sekaligus berinteraksi dengan guru, mengingat, dan menerapkan pengetahuan secara aktif.

Menurut Ibu Nguyen Thi Huong, Sekolah Dasar, Menengah, dan Menengah Atas Quach Dinh Bao (Kelurahan Tran Hung Dao, Hung Yen), setiap hari, siswa tidak hanya belajar melalui kuliah di kelas. Banyak siswa yang belajar sendiri dari situs web pendidikan khusus di internet.
Oleh karena itu, beberapa siswa memiliki kemampuan untuk belajar mandiri lebih awal, belajar lebih cepat, dan bahkan memperluas pengetahuan mereka. Hal ini menuntut guru yang bertanggung jawab atas mata pelajaran apa pun untuk meningkatkan pengetahuan mereka setiap hari.
Saya telah mengajar siswa yang sangat rajin. Mereka terus memperluas pengetahuan dengan membaca buku-buku sastra, psikologi, dan sains daring gratis. Selain itu, mereka juga suka membaca artikel dan komentar yang bagus dari para ahli, sebagai sumber materi untuk pelajaran mereka di kelas. Beberapa soal sulit, atau istilah teknis yang tidak mereka pahami dengan jelas, akan mereka diskusikan dengan guru di kelas. Oleh karena itu, kami harus banyak belajar sendiri untuk menjawab pertanyaan dan membimbing mereka dalam proses belajar mereka,” ungkap Ibu Huong.
Siswa masa kini sudah tidak asing lagi dengan perangkat komputer. Banyak siswa berusia 12-13 tahun yang mahir menggunakan Word, PowerPoint, dan mampu membuat presentasi yang menarik. Dengan perkembangan tersebut, guru dituntut untuk terus belajar dan memperbarui pengetahuannya agar materi perkuliahan tidak membosankan dan ketinggalan zaman.
Ibu Ha Thi Thu Phuong, Wakil Direktur Departemen Pendidikan dan Pelatihan Hung Yen, mengatakan bahwa guru di era baru tidak hanya perlu mahir dalam profesinya, tetapi juga perlu memanfaatkan materi pembelajaran digital dan dokumen secara efektif dalam proses penyusunan rencana pembelajaran dan perkuliahan elektronik. Metode dan bentuk pengajaran perlu diinovasi secara fleksibel, menggabungkan kelas langsung dan daring, serta menerapkan teknologi dalam pengajaran.
Oleh karena itu, guru perlu memanfaatkan dunia maya untuk mendukung siswa dari jarak jauh, terutama dalam kegiatan seperti konseling psikologis sekolah dan kerja sosial sekolah. Mendorong siswa untuk secara proaktif menerapkan pencapaian transformasi digital dalam pembelajaran, baik di dalam maupun di luar sekolah, merupakan tren yang tak terelakkan.
Bersamaan dengan itu, guru mesti membimbing siswa agar secara efektif memanfaatkan sumber daya pendidikan terbuka, perpustakaan elektronik, perpustakaan hijau... dengan demikian berkontribusi dalam membangun lingkungan belajar yang modern dan ramah, yang senantiasa menghubungkan siswa, guru, dan pengetahuan digital.
Sumber: https://giaoducthoidai.vn/giao-vien-hung-yen-nang-cao-nang-luc-so-dan-dat-hoc-sinh-trong-ky-nguyen-moi-post741834.html
Komentar (0)