Polisi Korea Selatan akan meluncurkan penyelidikan internasional terhadap email dari Jepang yang mengklaim bertanggung jawab atas kecelakaan mematikan Jeju Air.
Menurut Yonhap, kepolisian Korea Selatan memulai penyelidikan pada 6 Januari setelah seorang pejabat Kementerian Kehakiman menerima surel dari seseorang yang mengaku sebagai pengacara Jepang. Surel tersebut dikirim setelah pesawat Boeing 737-800 Jeju Air jatuh di Bandara Internasional Muan di Provinsi Jeolla Selatan pada 29 Desember.
Puing-puing pesawat Jeju Air tergelincir dari landasan pacu dan jatuh di Bandara Internasional Muan di Muan (Korea Selatan) pada tanggal 30 Desember 2024.
Email tersebut juga berisi ancaman akan meledakkan bom berskala besar di beberapa wilayah metropolitan Korea Selatan. "Kami berencana meminta kerja sama kepolisian Jepang melalui Interpol dan mengupayakan kerja sama peradilan pidana internasional melalui jalur diplomatik ," ujar seorang pejabat dari Badan Kepolisian Nasional Korea (KNPA).
KNPA menduga ancaman email terbaru kemungkinan dilakukan oleh pelaku yang sama yang mengirimkan paket serupa ke sejumlah organisasi Korea Selatan pada Agustus 2003. KNPA juga menyatakan sedang menyelidiki 126 komentar jahat daring tentang korban kecelakaan Jeju Air dan keluarga mereka.
Penyebab kecelakaan pesawat tragis di Korea tidak diketahui
Sebelumnya, para penyelidik Korea Selatan awalnya berhipotesis bahwa pesawat menabrak seekor burung dan merusak mesin yang menggerakkan roda pendaratan, menyebabkannya gagal mengembang dan memaksa pesawat mendarat dengan posisi perutnya. Setelah tergelincir dengan kecepatan tinggi, pesawat menabrak gundukan tanah di ujung landasan pacu dan pagar bandara di sebelahnya, lalu meledak.
Pada 6 Januari, pemerintah Korea Selatan mengumumkan selesainya serah terima seluruh 179 jenazah korban kecelakaan pesawat Jeju Air kepada keluarga dan kerabat mereka. Penjabat Menteri Dalam Negeri Korea Selatan, Ko Ki-dong, mengatakan upaya pencarian dan penyelamatan di lokasi kecelakaan sudah memasuki tahap akhir.
Bapak Ko menambahkan bahwa pemerintah akan "terus memberikan dukungan setelah pemakaman." Pemerintah Korea Selatan sedang melakukan inspeksi keselamatan terhadap seluruh 101 pesawat Boeing 737-800 yang dioperasikan oleh enam maskapai domestik setelah kecelakaan Jeju Air.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/han-quoc-dieu-tra-email-nhan-trach-nhiem-ve-vu-tai-nan-may-bay-cua-nhat-ban-1852501061717102.htm
Komentar (0)