Dengan gaya menyerang yang memukau, tim Jerman mengukuhkan posisinya sebagai tuan rumah EURO 2024 dengan memuncaki Grup A. Anak-anak asuh Nagelsmann ini telah mengumpulkan 7 poin, tak terkalahkan, dan mencetak 8 gol. "The Tanks" juga menjadi tim dengan gol terbanyak di babak penyisihan grup EURO 2024. Patut dicatat, dalam pertandingan pembuka melawan Skotlandia, tim Jerman menang 5-1. Ini merupakan kemenangan terbesar yang pernah diraih tim tuan rumah dalam sejarah EURO.
Performa impresif dan semangat juang tim Jerman memikat jutaan penggemar tuan rumah. Suasana meriah dan penuh warna senantiasa menyelimuti jalanan Jerman. Sebelum setiap pertandingan tim tuan rumah, jutaan penggemar juga turun ke jalan untuk berparade, bernyanyi, dan bersorak untuk menyemangati para pemain.
Tim Jerman memberikan emosi khusus kepada penggemar tuan rumah.
Khususnya, markas tim Jerman - Herzogenaurach - selalu "dikunjungi" oleh para penggemar. Area seluas 1.400 m² ini dipagari tembok tinggi dan hampir tak terlihat. Selain itu, jadwal latihan dan waktu tinggal tim Jerman dirahasiakan. Meskipun tidak tahu apakah tim Jerman "di kandang" atau tidak, para penggemar Jerman selalu memadati stadion, menunggu kedatangan pelatih Nagelsmann dan timnya.
Televisi nasional Jerman mengungkapkan bahwa pelatih Nagelsmann sangat tersentuh oleh kasih sayang para penggemar terhadap tim Jerman. Dalam pernyataan terbarunya, pelatih berusia 36 tahun itu menegaskan bahwa ia akan membantu tim Jerman memenangkan gelar EURO 2024 meskipun ia baru bertugas kurang dari 10 bulan.
Lebih khusus lagi, untuk membantu para penggemar mengenal para pemain dengan mudah, pelatih Nagelsmann juga menyiapkan dua kaus tim Jerman berukuran raksasa dan menggantungnya di depan gedung Herzogenaurach.
"Kaos itu digantung di tiang bendera tinggi di atas gedung mitra Adidas. Dengan pesan tersembunyi: Jika kaus kandang berwarna putih pada bendera, tim Jerman "di kandang". Sebaliknya, jika kaus tandang berwarna merah muda, berarti tim sedang bergerak," jelas kantor berita Jerman DAP .
Kaos raksasa digantung tim Jerman untuk memberi tahu penggemar
Ini mirip dengan Istana Buckingham.
Bersama DAP , staf pelatih tim Jerman juga mengakui bahwa tindakan pelatih Nagelsmann terinspirasi oleh Raja Charles III (Britania Raya). Istana Buckingham—tempat Raja Charles III sering berkunjung—juga menggunakan dua bendera dengan makna berbeda: Ketika bendera kerajaan dikibarkan, artinya Raja Charles III sedang berada di istana. Di sisi lain, jika Union Jack (bendera Britania Raya) dikibarkan, artinya Raja Charles III tidak hadir. Perubahan unik ini memudahkan pengunjung Istana untuk mengenali apakah pemiliknya ada di rumah atau tidak.
Gugup sebelum pertandingan melawan Denmark
Jerman, yang memuncaki Grup A, akan menghadapi Denmark di babak 16 besar. Dari segi kekuatan, para pemain asuhan pelatih Nagelsmann dinilai lebih unggul. Namun, menghadapi "kuda hitam" EURO 2020, tim Jerman harus sangat waspada.
Dalam pertandingan mendatang, tim Jerman akan menghadapi banyak masalah di lini pertahanan. Antonio Rüdiger tidak dapat bergabung dengan rekan-rekannya dalam sesi latihan pada 27 Juni. Sementara itu, rekannya, Jonathan Tah, akan diskors karena menerima cukup banyak kartu kuning. Pelatih Nagelsmann tentu harus menggunakan opsi lain di babak 16 besar.
Nico Schlotterbeck dan Waldemar Anton—yang tidak dimainkan dalam tiga pertandingan penyisihan grup—bisa bermain bersama. Jika ini terjadi, ini akan menjadi pertaruhan yang sangat berisiko bagi pelatih asal Jerman tersebut.

Nico Schlotterbeck kemungkinan akan digunakan dalam pertandingan melawan Denmark.
Direktur olahraga Jerman, Rudi Völler, khawatir: "Kami harus mengamati dan menunggu hari demi hari. Saat ini, masih terlalu dini untuk mengatakan apa pun tentang babak 16 besar. Tim Jerman memiliki semangat tim yang luar biasa, yang bagus ketika pemain-pemain penting tidak hadir. Namun, tim Jerman harus memperhitungkan dengan cermat. Kami bermain di kandang dan kesalahan apa pun bisa sangat merugikan."
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/hlv-nagelsmann-hanh-dong-nhu-vua-charles-iii-gui-thong-diep-dac-biet-cho-cdv-duc-185240627180550999.htm
Komentar (0)