Timnas Indonesia U-23 masih syok usai kalah dari Timnas Vietnam U-23 di ajang Asia Tenggara.
Menurut CNN Indonesia, kegagalan timnas U-23 Indonesia menjuarai Kejuaraan Asia Tenggara U-23 2025 karena takluk dari timnas U-23 Vietnam dengan skor 0-1 (melalui gol tunggal pemain Nguyen Cong Phuong pada menit ke-37) di Stadion Utama Gelora Bung Karno yang disaksikan lebih dari 35.500 penonton pada 29 Juli lalu, membuat rasa sakit hati itu tak kunjung reda.
Timnas Indonesia U-23 (baju putih) saat kalah dari Timnas Vietnam U-23 di turnamen Asia Tenggara pada 29 Juli
Foto: Dong Nguyen Khang
Banyak penggemar Indonesia yang khawatir jika tim tuan rumah mempertahankan skuad yang sama seperti di turnamen Asia Tenggara U-23 baru-baru ini dan dengan gaya bermain yang kurang mengesankan, mereka tidak akan memiliki peluang untuk meraih tiket ke putaran final Piala Asia U-23 2026. Khususnya, dalam pertandingan kualifikasi yang berlangsung dari 3 hingga 9 September di Stadion Gelora Delta, Sidoarjo.
Di kualifikasi U-23 Asia, tim U-23 Indonesia berada di Grup J bersama lawan-lawan yang sangat tangguh seperti U-23 Korea, Laos, dan Makau. Tim U-23 Vietnam, setelah menjuarai kejuaraan Asia Tenggara untuk ketiga kalinya berturut-turut, berada di Grup C bersama Yaman, Singapura, dan Bangladesh (bermain di kandang sendiri di Viet Tri, Phu Tho dari 3 hingga 9 September). Tim U-23 Thailand dan Malaysia berada di Grup F bersama Lebanon dan Mongolia.
Kualifikasi Kejuaraan AFC U-23 terdiri dari total 11 grup, dengan masing-masing grup terdiri dari 4 tim. Hanya tim teratas di setiap grup dan 4 tim peringkat kedua terbaik yang akan lolos ke putaran final di Arab Saudi pada awal 2026, mulai 7 hingga 25 Januari, bersama dengan tim tuan rumah (total 16 tim).
Timnas U-23 Indonesia bertekad untuk kembali meraih kejayaan dan lolos ke putaran final Piala Asia, setelah kalah dari Vietnam U-23 di kandang sendiri. Turnamen ini juga menjadi turnamen terakhir bagi pelatih asal Belanda, Gerald Vanenburg, untuk memimpin timnas muda Indonesia, sebelum digantikan oleh pelatih Indra Sjafri, yang berpeluang menjadi pelatih timnas U-22 Indonesia yang akan berlaga di SEA Games ke-33 di Thailand pada bulan Desember.
Dengan demikian, skuad U-23 Indonesia mengalami penambahan yang signifikan, termasuk 3 pemain naturalisasi, terutama 1 orang transfer dari timnas, yakni penyerang Rafael Struick (22 tahun).
Rafael Struick sejauh ini telah bermain 26 kali untuk tim nasional Indonesia, mencetak 1 gol, dan telah berpartisipasi dalam kualifikasi Piala Dunia 2026. Dua pemain lainnya adalah pemain muda Dion Markx (20 tahun) dan penyerang jangkung Jens Raven (19 tahun), yang bermain di turnamen U-23 Asia Tenggara baru-baru ini. Ketiga pemain ini berasal dari Belanda.
Sementara itu, sebanyak 7 pemain yang bermain di turnamen Asia Tenggara U.23 tersingkir. Pelatih Gerald Vanenburg hanya menyimpan nama-nama terkemuka di tim Indonesia U.23 seperti Muhammad Ferarri, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, Kakang Rudianto, Robi Darwis, Arkhan Fikri, dan Hokky Caraka.
Timnas Indonesia U-23 akan mengawali kualifikasi U-23 Asia dengan menghadapi Laos pada 3 September, dilanjutkan dengan melawan Makau pada 6 September, dan di laga pamungkas nanti mereka harus berjuang untuk bertahan melawan lawan yang sangat kuat, U-23 Korea pada 9 September untuk memperebutkan tiket resmi grup ke babak final.
Source: https://thanhnien.vn/indonesia-voi-va-goi-3-ngoai-binh-nhap-tich-vi-tran-thua-dau-u23-viet-nam-185250827125908155.htm
Komentar (0)