Para peneliti memperkirakan bahwa atmosfer Bumi beratnya sekitar 5,15 x 10^18 kg, hampir satu miliar kali lebih berat dari Piramida Agung Giza.
Atmosfer Bumi terdiri dari banyak lapisan dengan suhu dan kepadatan yang berbeda-beda. Foto: WordPress
Sebelum kita membahas berat atmosfer, kita perlu memahami konsep tekanan atmosfer. Di permukaan laut, atmosfer memberikan tekanan sekitar 101.325 pascal. Tekanan ini merupakan hasil dari berat molekul gas yang menekan ke bawah akibat gravitasi, menurut Sci Tech Daily . Berdasarkan tekanan atmosfer di seluruh permukaan Bumi, para ilmuwan memperkirakan bahwa berat total atmosfer adalah 5,15 x 10^18 kg, yang hampir satu miliar kali lebih berat daripada Piramida Agung Giza di Mesir. Atmosfer Bumi beratnya setara dengan lautan raksasa sedalam 10 meter yang menutupi seluruh permukaan planet.
Atmosfer Bumi tidak seragam, tetapi terbagi menjadi beberapa lapisan berdasarkan variasi suhu. Lapisan-lapisan ini meliputi troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Setiap lapisan memiliki kepadatan dan komposisi yang berbeda. Lapisan terpadat adalah troposfer, yang paling dekat dengan permukaan Bumi. Sekitar 78% atmosfer terdiri dari nitrogen, 21% oksigen, dan 1% sisanya adalah argon, CO2, dan sejumlah kecil gas lainnya.
Meskipun massa total atmosfer relatif stabil (dengan variasi musiman yang sangat kecil, terutama karena perubahan jumlah uap air), distribusinya dapat bervariasi karena beberapa faktor. Faktor pertama adalah ketinggian. Semakin tinggi ketinggian, tekanan atmosfer akan berkurang karena udara di atas semakin sedikit. Hal ini juga yang menyebabkan pernapasan di dataran tinggi menjadi lebih sulit.
Faktor kedua adalah suhu. Pada hari yang hangat, udara mengembang dan naik, sehingga kepadatannya berkurang. Redistribusi udara ini menyebabkan tekanan atmosfer di dekat permukaan tanah berkurang karena beban yang menekannya berkurang. Sebaliknya, pada hari yang dingin, udara menyusut dan turun, sehingga tekanan di dekat permukaan tanah meningkat.
Faktor terakhir adalah kelembapan. Udara lembap kurang padat dibandingkan udara kering. Hal ini disebabkan molekul air tidak seberat molekul udara. Meningkatnya kelembapan dapat memengaruhi distribusi massa atmosfer, meskipun pengaruhnya lebih kecil dibandingkan dengan suhu.
Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat memahami sifat dinamis atmosfer dan bagaimana beratnya didistribusikan pada berbagai ketinggian dan kondisi. Berat atmosfer memainkan peran penting dalam menopang kehidupan di Bumi. Atmosfer memungkinkan manusia menghirup udara, melindungi manusia dari radiasi matahari yang berbahaya, dan mengatur suhu planet. Tanpa berat dan tekanan atmosfer, air akan menguap ke luar angkasa dan kehidupan tidak akan ada. Oleh karena itu, berat atmosfer Bumi merupakan bukti keseimbangan yang menopang kehidupan di planet ini.
An Khang (Menurut Sci Tech Daily )
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)