Khususnya, kepala unit harus bertanggung jawab penuh di hadapan hukum jika ada unit yang membiarkan terjadinya kehilangan, penyalahgunaan, atau penggunaan yang tidak benar.
Menurut Kementerian Kesehatan , penyalahgunaan gas N2O untuk hiburan dan rekreasi saat ini berdampak pada kesehatan mental dan fisik masyarakat, terutama kaum muda. Menurut laporan Badan Pengawas Obat dan Makanan (Kementerian Kesehatan ) dan unit terkait, gas N2O tidak memiliki dasar hukum yang cukup untuk diakui sebagai obat di Vietnam.
Penggunaan gas tertawa menimbulkan banyak konsekuensi kesehatan.
TRAN DUY KHANH - PHAM HUU
Sebelumnya, akhir Agustus lalu, Kementerian Kesehatan menyatakan telah menerima laporan dari sejumlah daerah tentang adanya pembelian dan penggunaan gas tertawa yang mengandung gas N2O di bar, tempat tari, tempat karaoke, tempat hiburan dan lain sebagainya, yang berdampak buruk bagi kesehatan penggunanya dan menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan bermasyarakat.
Ketika terhirup ke dalam tubuh manusia, gas N2O memiliki kemampuan untuk menstimulasi titik-titik tertentu pada sistem saraf dengan kuat, menciptakan rasa euforia dan menyebabkan tawa. Penyalahgunaan N2O dapat menyebabkan gangguan seperti: sensasi kesemutan pada ekstremitas dan sempoyongan, yang menyebabkan gangguan suasana hati, gangguan memori, gangguan tidur, efek kardiovaskular, hipotensi, dan iskemia serebral. Penggunaan gas tertawa yang mengandung N2O sangat berbahaya jika dikombinasikan dengan obat lain, karena dapat menyebabkan hilangnya kendali perilaku, menimbulkan rasa tidak aman dan gangguan, serta membahayakan masyarakat.
Kementerian Kesehatan menganjurkan agar pemerintah daerah melakukan pengawasan ketat terhadap produksi, perdagangan, impor, dan penggunaan N2O sesuai ketentuan perundang-undangan; menangani secara tegas tindakan penyalahgunaan dan penyelewengan gas N2O .
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)