TPO - Seseorang yang mengaku sebagai guru di sebuah sekolah menengah di distrik Cai Nuoc (provinsi Ca Mau ) merekam sebuah klip yang "menuduh" adanya pungutan liar di sekolah tersebut, lalu mengunggahnya di media sosial. Menyadari insiden tersebut, Komite Rakyat Provinsi Ca Mau memerintahkan instansi terkait untuk meninjau dan melaporkan secara spesifik isi klip tersebut.
TPO - Seseorang yang mengaku sebagai guru di sebuah sekolah menengah di distrik Cai Nuoc (provinsi Ca Mau) merekam sebuah klip yang "menuduh" adanya pungutan liar di sekolah tersebut, lalu mengunggahnya di media sosial. Menyadari insiden tersebut, Komite Rakyat Provinsi Ca Mau memerintahkan instansi terkait untuk meninjau dan melaporkan secara spesifik isi klip tersebut.
Komite Rakyat Provinsi Ca Mau baru saja menginstruksikan unit-unit terkait untuk meninjau konten klip yang beredar di media sosial yang "menuduh" adanya kelebihan biaya di Sekolah Menengah TQT (Kabupaten Cai Nuoc). Orang dalam klip tersebut mengaku sebagai Bapak NTG, seorang guru di sekolah tersebut.
Foto ilustrasi. |
Komite Rakyat provinsi Ca Mau menugaskan Komite Rakyat distrik Cai Nuoc untuk memimpin dan berkoordinasi dengan unit terkait guna meninjau dan melaporkan secara khusus mengenai isi refleksi; mengarahkan organisasi pemeriksaan dan penanganan sesuai peraturan jika terdeteksi pelanggaran.
Komite Rakyat Provinsi juga memerintahkan Departemen Pendidikan dan Pelatihan serta Komite Rakyat distrik dan Kota Ca Mau untuk memperkuat pemeriksaan dan pemberantasan pungutan liar di lembaga pendidikan dan menangani secara tegas kasus pungutan liar guna menjamin hak siswa dan orang tua.
Menurut klip tersebut, Bapak G. mengatakan bahwa Sekolah Menengah TQT mengenakan biaya sebesar 50.000 VND/siswa/tahun untuk perangkat lunak edu, sementara informasi ini dapat diperoleh secara gratis melalui grup Zalo. Selain itu, sekolah juga mengenakan biaya sebesar 40.000 VND/siswa/tahun untuk kertas ujian, kertas ujian, dan kertas bekas, yang mana biaya-biaya ini telah ditanggung oleh Komite Rakyat Provinsi.
Orang dalam klip tersebut menginformasikan bahwa sekolah tidak berhak menahan uang siswa atau mengumpulkan uang untuk membeli hadiah bagi guru pada tanggal 20 November. Klip tersebut juga menyebutkan pendapatan lain seperti dana kelas, uang untuk ulang tahun guru, uang untuk penyelenggaraan 8 Maret, pesta akhir tahun, dll.
Orang yang terlihat dalam klip tersebut memperkirakan bahwa jumlah total uang yang dikumpulkan sekolah secara tidak benar dapat mencapai lebih dari 200 juta VND.
[iklan_2]
Sumber: https://tienphong.vn/kiem-tra-clip-tu-xung-giao-vien-to-truong-lam-thu-post1720866.tpo
Komentar (0)