Sukulen bercahaya indah di malam hari - Foto: Matter
Menurut majalah sains Matter , sekelompok ilmuwan di Universitas Pertanian Cina Selatan (Guangzhou, Cina) baru saja menciptakan pot sukulen yang dapat bersinar dalam gelap.
Tim menyuntikkan partikel fosfor mikroskopis ke dalam sukulen. Metode ini membuat tanaman bersinar dalam berbagai warna, termasuk hijau, biru, ungu, merah, dan putih, seterang lampu malam dan dapat diulang selama berhari-hari.
Tim peneliti telah mengajukan permohonan paten, dengan harapan dapat membuka kemungkinan penerapannya pada dekorasi dan menciptakan "cahaya hidup" di masa mendatang.
Tidak seperti petunia hasil rekayasa genetika yang saat ini beredar di pasaran (yang hanya memancarkan cahaya biru pucat berkat gen dari jamur), sukulen dalam penelitian ini dapat menghasilkan warna yang lebih beragam berkat bahan lain: manik-manik fosfor yang terbuat dari strontium dan aluminium, yang dicampur dengan logam lain.
Mekanisme pendarnya sama seperti pada banyak cat dan stiker pendar yang umum ditemukan di kamar anak-anak, yang menyerap energi dari cahaya, menyimpannya, dan kemudian bersinar lagi.
Para peneliti menghancurkan fosfor menjadi berbagai ukuran partikel sebelum menyuntikkannya ke daun. Mereka menemukan bahwa partikel berukuran sekitar 7 mikrometer menghasilkan cahaya yang lebih terang dan lebih seragam daripada nanopartikel, yang dapat mengisi jaringan bagian dalam daun sukulen yang tebal.
Setiap daun harus disuntikkan satu per satu, yang memakan waktu sekitar 10 menit, tetapi hasilnya seluruh tanaman dapat bersinar dalam berbagai warna. Efeknya bertahan hingga 120 menit setelah paparan dan dapat diulang selama 10 hari pengujian.
Biaya material untuk satu pohon diperkirakan hanya sekitar 10 yuan ($1,4).
Namun, tim mengakui masih ada tantangan. Partikel yang lebih kecil menyebar lebih mudah melalui tanaman, tetapi memancarkan lebih sedikit cahaya.
Pengujian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui dampak kesehatan jangka panjang pada tanaman dan pengujian keamanan, terutama untuk menentukan apakah daun yang mengandung benih beracun jika dimakan.
Tuan Keith Wood, CEO perusahaan bioteknologi Light Bio (AS), menilai bahwa tanaman bercahaya tidak mungkin menjadi sumber cahaya untuk menggantikan bola lampu.
Meski begitu, katanya, mereka lebih dekoratif dan menghibur. "Kami menciptakan sesuatu yang menyenangkan, sesuatu yang menarik, sesuatu yang sedikit magis," ujarnya.
Sumber: https://tuoitre.vn/ky-thu-sen-da-phat-sang-nhieu-mau-trong-dem-20250831105821777.htm
Komentar (0)