Menjelang Tahun Baru Imlek 2024, desa bunga persik di kaki Jembatan Nhat Tan (Distrik Tay Ho, Hanoi ) menjadi tempat yang menarik banyak penduduk lokal dan wisatawan. Mereka datang ke sini untuk membeli bunga persik, berfoto, atau sekadar merasakan cita rasa dan warna khas Tet.
Cuaca lembab menjelang Tet membuat bunga-bunga mekar lebih awal, menciptakan pemandangan yang indah.
Setelah Festival Dewa Dapur, banyak kebun persik menjual banyak pohon, hanya menyisakan tunggulnya. Para petani segera membungkus dan merawatnya untuk persiapan panen tahun depan.
Menanam buah persik merupakan mata pencaharian tradisional masyarakat Nhat Tan. Pada tahun 1990-1995, luas sawah di kelurahan ini hanya sekitar 34 hektar. Setelah tahun 1998, masyarakat pindah ke tepi Sungai Merah untuk menanam buah persik, dan sejak itu luasnya telah berkembang menjadi sekitar 78 hektar. Di seluruh wilayah ini terdapat lebih dari 800 rumah tangga yang membudidayakan buah persik.
Dalam beberapa hari terakhir, Hanoi disinari matahari kuning lembut yang menciptakan pemandangan indah, menarik banyak anak muda untuk datang dan mengambil foto.
Seorang gadis dengan cermat mempersiapkan pakaiannya dengan topi berbentuk kerucut, menciptakan perbedaan dari turis lainnya.
Selama hampir 10 tahun, Bapak Doan Bach (Hanoi), seorang penggemar fotografi, selalu menyempatkan diri mengunjungi Desa Bunga Persik Nhat Tan setiap menjelang Tet. Ia mengambil rangkaian foto ini pada sore hari tanggal 26 Tet. Saat itu, kebun bunga persik sedang mekar penuh, memamerkan warna merah mudanya yang cerah. Wisatawan dari berbagai penjuru berbondong-bondong ke sini untuk mengagumi dan berfoto.
"Pada hari-hari menjelang Tet, seluruh desa persik dipenuhi warna merah muda dan merah dari bunga ini. Dilihat dari atas, desa ini tampak seperti diselimuti bunga persik. Ini adalah tempat yang tepat untuk merasakan dan menikmati suasana Tet yang ramai dan menyenangkan," ujar Bapak Bach.
Menurut Pak Bach, tahun ini jalan utama menuju kebun persik telah direnovasi, bersih dan lapang, sehingga memudahkan kendaraan untuk berkeliling. "Beberapa tahun yang lalu, jalannya masih tanah. Kalau hujan atau lembap, jalannya pasti becek," kata Pak Bach. "Menurut saya, tahun ini, karena cuaca lembap, bunga-bunga mekar lebih awal. Orang-orang yang datang untuk melihat kebun persik senang karena pemandangannya yang indah, tetapi para petani khawatir akan penurunan nilai jual," kata Pak Bach.
Saat ini, banyak orang berkendara ke Taman Nhat Tan untuk bebas memilih cabang bunga persik yang mereka sukai. Namun, banyak pelanggan yang memesan sejumlah bunga persik yang indah sebelumnya, dan harganya pun tidak lebih murah daripada membeli di pasar tradisional.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)