(CLO) Pada tanggal 1 Februari, Komite Nasional Demokrat AS (DNC) memilih Tn. Ken Martin, pemimpin Partai Demokrat Minnesota, sebagai ketua berikutnya.
Martin, yang telah menjabat sebagai wakil ketua DNC selama delapan tahun terakhir, mengalahkan Ketua Partai Demokrat Wisconsin, Ben Wikler, dengan selisih lebih dari 100 suara dari 428 anggota DNC. Pemungutan suara berlangsung pada pertemuan musim dingin tahunan partai di National Harbor, Maryland.
Setelah kemenangannya, Bapak Martin menekankan persatuan dan komitmen untuk memperjuangkan nilai-nilai partai. "Perjuangan ini untuk kaum pekerja dan melawan Donald Trump dan para miliarder yang telah membeli negara ini," ujarnya.
Dalam pidato kemenangannya, Tn. Martin juga mengatakan Partai Demokrat perlu "membangun kembali koalisi kita" dan melakukan "serangan" dalam pertarungan mereka melawan Partai Republik.
Ketua DNC berikutnya akan memimpin Partai Demokrat secara nasional dan membuat keputusan penting tentang strategi, pesan, infrastruktur, dan alokasi jutaan dolar dalam kontribusi politik .
Ketua Partai Demokrat, Ken Martin. Foto: Facebook/Ken Martin untuk Ketua DNC
Martin sebelumnya sangat kritis terhadap Presiden Trump, menyebutnya sebagai "pengkhianat" dan menyerukan pemakzulannya atas tuduhan pengkhianatan menyusul kematian tentara AS.
Sementara itu, mantan Wakil Presiden Kamala Harris bertemu dengan para kandidat menjelang pemilihan tetapi tetap netral dalam pemungutan suara.
Pemilu ini berlangsung di tengah jajak pendapat terbaru yang menunjukkan hanya 31% pemilih yang berpandangan positif terhadap partai tersebut, angka terendah sejak jajak pendapat dimulai. Sementara itu, Partai Republik mencapai angka tertinggi, yaitu 43%, menurut jajak pendapat Universitas Quinnipiac.
Ngoc Anh (menurut Reuters, Fox News)
[iklan_2]
Sumber: https://www.congluan.vn/lanh-dao-moi-cua-dang-dan-chu-thach-thuc-ong-trump-post332650.html
Komentar (0)