Di usianya yang menginjak 89 tahun, mantan kepala sekolah salah satu universitas itu tetap memutuskan untuk mengeluarkan dana sebesar 2 miliar VND untuk mendirikan dana beasiswa bagi mahasiswa dan koleganya yang kurang mampu.
Associate Professor, Dr. Doan Van Dien, mantan Kepala Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh
FOTO: UNIVERSITAS PERTANIAN DAN KEHUTANAN KOTA HO CHI MINH
Itu adalah Associate Professor Dr. Doan Van Dien, mantan Rektor Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh. Informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh.
Dana beasiswa adalah hadiah paling berharga dalam hidupku.
Pada perayaan ulang tahun Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh baru-baru ini, Associate Professor Dr. Doan Van Dien (89 tahun), mantan Kepala Sekolah, menyampaikan keinginannya untuk menggunakan uang pribadinya sebesar 2 miliar VND guna mendirikan dana beasiswa untuk mendukung para mahasiswa dan dosen di sekolah tersebut.
Dalam perayaan tersebut, Associate Professor Dr. Doan Van Dien mengatakan bahwa 20 tahun yang lalu, ia dan istrinya telah merencanakan untuk mendirikan dana beasiswa guna membantu mahasiswa kurang mampu namun rajin belajar. "Kami tidak memiliki kondisi yang memungkinkan untuk melakukan semuanya, tetapi setidaknya dana beasiswa kecil dapat mendorong mereka untuk menjadi dewasa dan membangun negara," ujarnya.
Setelah menabung selama beberapa waktu, Lektor Kepala Dien memutuskan untuk mengalokasikan 2 miliar VND untuk mendirikan dana beasiswa atas namanya. Ia mempercayakan dana ini sepenuhnya kepada Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh untuk memberikan beasiswa setiap tahun kepada mahasiswa kurang mampu sesuai dengan kriteria yang telah disepakati kedua belah pihak saat pendirian dana tersebut. "Berkontribusi bagi generasi mahasiswa mendatang adalah hadiah paling berharga dalam hidup saya," tegas Lektor Kepala Dien.
Tak hanya mahasiswa, Lektor Kepala Dien juga berharap setiap tahunnya, yayasan akan memberikan satu penghargaan kepada guru-guru berprestasi, yang dicintai mahasiswa, yang berpartisipasi dalam sains dan mengajar dengan metode-metode baru. "Mereka adalah rekan-rekan saya, yang memiliki motivasi untuk mengantarkan mahasiswa ke tujuan akhir," tambah Lektor Kepala Dien.
Mengenai asal usul uang tersebut, Lektor Kepala Dien berkata: "Uang ini benar-benar hasil kerja keras saya." Mantan kepala sekolah tersebut mengatakan bahwa ketika pensiun, ia hanya memiliki uang pensiun sebesar 6 juta VND/bulan—jumlah uang pensiun terendah untuk seorang kepala sekolah setelah pensiun. "Namun, saya punya filosofi bahwa tahu cukup sudah cukup," ujarnya. Setelah pensiun, ia menjadi kepala sekolah di dua sekolah swasta dengan penghasilan yang cukup tinggi dan menabung sejumlah uang tersebut.
"Saya berharap ini hanyalah langkah awal dalam perjalanan membangun Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh di masa mendatang. Dengan modal awal sekitar 2 miliar VND, jika mengikuti suku bunga bank saat ini, bunganya akan mencapai 70-80 juta VND per tahun dan dapat memberikan 10-15 beasiswa kepada mahasiswa dan 1 penghargaan kepada dosen," harapnya.
"Sekolah adalah tempat saya dibesarkan, tepatnya dibantu oleh para siswa untuk menjadi pribadi. Hari ini, para siswa kembali ke sekolah untuk menunjukkan rasa terima kasih mereka kepada para guru, tetapi saya kembali ke sini untuk menunjukkan rasa terima kasih saya kepada para siswa," ungkap mantan Kepala Sekolah Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh tersebut saat kembali ke sekolah pada 20 November.
Associate Professor Dr. Doan Van Dien dikenal sebagai orang yang menginspirasi banyak generasi mahasiswa dengan inspirasi hebat tentang profesi guru.
"Jika aku menjadi manusia lagi di kehidupan selanjutnya, aku juga akan menjadi guru."
Tak hanya mendukung mahasiswa dengan beasiswa, mantan Rektor Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh ini juga mewariskan inspirasi hebat tentang profesi guru kepada generasi berikutnya.
Dosen Madya, Dr. Doan Van Dien, pernah berbagi perasaannya tentang pendidikan pada upacara peringatan 40 tahun Hari Guru Vietnam dan peringatan 67 tahun berdirinya Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh. Mantan Rektor tersebut mengatakan bahwa dalam hidupnya, ia paling teringat akan pepatah seorang penyair, bahwa pendidikan adalah karya terbesar manusia. Tanpa pendidikan, manusia menjadi kasar, sengsara, dan tidak bahagia.
"Sebelum pensiun, saya pernah berkata, jika saya menjadi manusia di kehidupan selanjutnya, saya juga ingin menjadi guru karena itu adalah hal yang paling mulia. Namun, agar pendidikan menjadi hebat, gurunya harus hebat. Kita tidak mengklaim diri hebat, tetapi masyarakat menghormati guru," ungkap Associate Professor, Dr. Doan Van Dien.
Kepada para siswa, Bapak Dien berkata: "Belajar itu tidak sulit, kesulitan yang perlu kita hadapi untuk bangkit adalah kepribadian manusia. Ketika kita memiliki kepribadian manusia, kita dapat mengatasi apa pun, tentu saja di bidang kita sendiri."
"Yang ingin saya sampaikan kepada para mahasiswa, tidak ada yang sulit, yang pertama, tanamkan karakter manusia. Kalau orang sudah berkarakter, apa pun bisa diatasi," tegas mantan Rektor Universitas Pertanian dan Kehutanan Kota Ho Chi Minh itu.
[iklan_2]
Sumber: https://thanhnien.vn/luong-huu-6-trieu-dong-nguyen-hieu-truong-van-danh-2-ti-dong-tang-sinh-vien-ngheo-185241127105948685.htm
Komentar (0)