Baru-baru ini, Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar berkomentar bahwa hubungan antara Beijing dan New Delhi telah menjadi penting tidak hanya bagi masa depan Asia tetapi juga bagi tatanan global yang lebih luas.
Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar. (Sumber: Berita Zee) |
Menteri Luar Negeri S. Jaishankar, yang menjabat sebagai Duta Besar untuk Tiongkok dari tahun 2009 hingga 2013, menyampaikan pernyataan tersebut pada tanggal 24 September, di sebuah acara bertajuk "India, Asia, dan Dunia " yang diselenggarakan oleh lembaga pemikir Asia Society di New York, di sela-sela pekan tingkat tinggi Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-79.
Mengatakan bahwa New Delhi dan Beijing memiliki "sejarah yang sulit" termasuk konflik tahun 1962 dan bentrokan tahun 2020 di Garis Kontrol Aktual (LAC) yang mengakibatkan tewasnya tentara di kedua belah pihak, diplomat tertinggi India mengatakan "hal itu telah membayangi hubungan" antara kedua negara.
Selain itu, ia menunjukkan bahwa hubungan antara kedua negara merupakan "masalah yang sangat rumit", karena India dan Tiongkok adalah dua negara tetangga dengan populasi lebih dari 1 miliar orang, keduanya sedang berkembang dan "sering kali memiliki wilayah yang tumpang tindih serta perbatasan yang sama".
" Saya pikir, jika Anda melihat politik global saat ini, kebangkitan paralel India dan Tiongkok menimbulkan masalah yang sangat unik," tegas Menteri Luar Negeri S. Jaishankar.
Secara lebih luas, ia menyebut “hubungan India-Tiongkok sebagai kunci masa depan Asia,” namun mengatakan New Delhi harus siap menghadapi “ketidakstabilan dan ketidakpastian” dalam tatanan internasional.
"Bisa dibilang, jika dunia ingin menjadi multipolar, Asia harus multipolar. Oleh karena itu, hubungan India-Tiongkok tidak hanya akan memengaruhi masa depan Asia , tetapi mungkin juga masa depan dunia," ujar Menteri Luar Negeri S. Jaishankar seperti dikutip SCMP.
Sengketa perbatasan Himalaya yang telah berlangsung puluhan tahun antara Beijing dan New Delhi tetap menjadi aspek paling kontroversial dalam hubungan bilateral.
Perdamaian yang rapuh telah terjalin di sepanjang Garis Kontrol Aktual selama beberapa dekade sejak perang Tiongkok-India tahun 1962, tetapi hancur oleh bentrokan mematikan di Lembah Galwan di Ladakh timur pada tahun 2020 yang menewaskan sedikitnya 20 tentara India dan empat tentara Tiongkok.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/ngoai-truong-an-do-moi-quan-he-an-trung-la-chia-khoa-cho-tuong-lai-chau-a-287628.html
Komentar (0)