Terdakwa Rodolphe Jaar dijatuhi hukuman penjara seumur hidup atas pembunuhan mantan Presiden Haiti
TANGKAPAN LAYAR THE HAITIAN TIMES
CNN melaporkan pada tanggal 4 Juni bahwa seorang pria dengan kewarganegaraan ganda Haiti dan Chili dijatuhi hukuman penjara seumur hidup di Florida (AS) setelah mengaku bersalah atas pembunuhan mantan Presiden Haiti Jovenel Moise pada tahun 2021.
Hakim Jose E. Martinez menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada Rodolphe Jaar, 51, di Miami pada 3 Juni, setelah interogasi selama 10 menit. Terdakwa akan menjalani tiga hukuman penjara seumur hidup secara bersamaan.
Pada bulan Maret, terdakwa mengaku bersalah atas tiga dakwaan, termasuk konspirasi untuk melakukan pembunuhan atau penculikan di luar Amerika Serikat dan memberikan dukungan materi yang mengakibatkan kematian. Almarhum Presiden Moise dibunuh di kamar tidurnya pada 7 Juli 2021, di usia 53 tahun.
Hakim Martinez juga merekomendasikan agar terdakwa ditahan di fasilitas federal di Florida Selatan atau daerah terdekat.
Dalam kesepakatan pembelaan, terdakwa setuju untuk dijatuhi hukuman, memberikan kesaksian yang jujur, dan memberikan dokumen-dokumen yang relevan. Pengacara terdakwa, Frank Schwartz, tidak segera menanggapi permintaan komentar setelah putusan.
Jaar adalah salah satu dari beberapa tersangka yang melarikan diri selama berbulan-bulan setelah pembunuhan Moise, sebelum ditangkap di Republik Dominika dan diekstradisi ke Amerika Serikat pada Januari 2022.
Pihak berwenang mengatakan puluhan orang terlibat dalam pembunuhan itu, termasuk 26 warga Kolombia dan dua warga Haiti-Amerika. Tersangka asal Kolombia, Mario Palaciso, akan diekstradisi ke Amerika Serikat pada tahun 2022.
Terdakwa Jaar mengaku membiayai pembelian senjata, menyediakan makanan dan akomodasi untuk kaki tangan lainnya, serta membiayai suap kepada pejabat keamanan mendiang Presiden Haiti.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)