Undang-Undang tentang Usaha Properti yang telah direvisi baru saja disahkan oleh Majelis Nasional dan akan berlaku mulai 1 Januari 2025, diharapkan dapat menyelesaikan berbagai kekurangan dalam Undang-Undang tentang Usaha Properti tahun 2014.
Khususnya, Undang-Undang baru ini berfokus pada perlindungan hak-hak pembeli perumahan masa depan (juga dikenal sebagai perumahan "kertas").
Investor harus disetujui oleh bank untuk menerbitkan jaminan.
Khusus mengenai jaminan dalam jual beli dan sewa beli perumahan masa depan (Pasal 26), undang-undang ini mengatur bahwa investor proyek real estat harus memperoleh persetujuan bank untuk menerbitkan jaminan sebelum menjual atau menyewakan perumahan masa depan.
Dengan demikian, bank akan menjamin kewajiban keuangan investor terhadap pembeli atau penyewa rumah apabila investor gagal menyerahkan rumah sebagaimana yang dijanjikan dalam kontrak penjualan atau sewa beli perumahan di masa mendatang.
Pada kenyataannya, banyak investor tidak menyerahkan rumah kepada pelanggan tepat waktu seperti yang dijanjikan, sehingga menimbulkan frustrasi (Ilustrasi: Tran Khang).
Kewajiban keuangan investor terhadap nasabah yang membeli atau menyewa-beli perumahan saat investor gagal menyerahkan perumahan sebagaimana yang dijanjikan kepada nasabah dalam kontrak pembelian atau sewa-beli perumahan masa depan mencakup jumlah yang telah diterima investor di muka dari nasabah dan jumlah lainnya, jika ada.
Bank penjamin bertanggung jawab untuk menerbitkan surat jaminan.
Pasal 26 Undang-Undang ini juga mengatur bahwa dalam hal bank penjamin sepakat memberikan jaminan kepada investor, maka bank penjamin dan investor menandatangani perjanjian penjaminan yang isinya sebagaimana dimaksud di atas.
Berdasarkan perjanjian jaminan yang telah ditandatangani, bank penjamin mengirimkan komitmen tertulis kepada investor proyek real estat yang menegaskan bahwa bank akan menerbitkan surat jaminan kepada semua nasabah yang membeli atau menyewa-beli rumah di proyek yang disetujui untuk dijamin oleh investor.
Investor bertanggung jawab untuk mengirimkan salinan dokumen komitmen ini kepada pelanggan saat menandatangani kontrak pembelian atau sewa beli perumahan masa depan.
Selain itu, saat menandatangani kontrak pembelian atau sewa perumahan masa depan, nasabah dapat memilih apakah akan memberikan jaminan atau tidak atas kewajiban keuangan investor kepada mereka.
Penolakan nasabah untuk menjamin kewajiban keuangan investor kepadanya disetujui secara tertulis pada saat penandatanganan kontrak jual beli atau sewa beli perumahan masa depan.
Bank penjamin bertanggung jawab menerbitkan surat jaminan kepada nasabah yang telah menandatangani kontrak pembelian atau sewa beli hunian masa depan dengan investor sesuai ketentuan. Pada saat yang sama, bank penjamin juga mengirimkan surat jaminan kepada investor agar investor dapat memberikannya kepada setiap nasabah yang telah menandatangani kontrak pembelian atau sewa beli hunian masa depan.
Investor hanya akan menerima uang ketika nasabah telah menerima surat jaminan.
Ruang lingkup jaminan, syarat-syarat yang diperlukan untuk melaksanakan kewajiban jaminan, isi dan imbalan jaminan disepakati para pihak, namun harus menjamin pelaksanaan tanggung jawab bank penjamin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 Undang-Undang ini dan harus tercantum dalam perjanjian jaminan yang ditandatangani antara bank penjamin dengan investor proyek properti.
Investor menunda proyek tersebut, sehingga menimbulkan banyak kesulitan bagi para pembeli rumah (Ilustrasi: Tran Khang)
Perjanjian jaminan yang ditandatangani antara bank jaminan dan investor proyek serta surat jaminan yang diterbitkan oleh bank jaminan kepada nasabah yang membeli atau menyewa perumahan masa depan harus secara khusus menyatakan masa berlakunya.
Pihak penanam modal wajib memberikan surat jaminan kepada nasabah dalam jangka waktu paling lama 10 (sepuluh) hari kerja sejak tanggal ditandatanganinya perjanjian jual beli rumah tinggal atau jangka waktu lain yang disetujui para pihak dalam perjanjian jual beli rumah tinggal.
Investor hanya diperbolehkan menerima pembayaran dari nasabah sesuai dengan perjanjian jual beli atau sewa beli rumah tinggal yang akan dibangun setelah rumah tersebut diserahkan kepada nasabah dan nasabah telah menerima surat jaminan dari bank penjamin.
Bank penjamin bertanggung jawab untuk membayar atas nama investor.
Apabila penanam modal lalai dalam menyerahkan rumah sebagaimana yang diperjanjikan dalam perjanjian jual beli atau sewa beli rumah tanpa melaksanakan atau tidak sepenuhnya melaksanakan kewajiban keuangan kepada pemesan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 26 Keputusan ini.
Apabila nasabah meminta, maka penjamin bertanggung jawab memenuhi kewajiban keuangan kepada nasabah atas nama investor sesuai dengan komitmen dalam surat jaminan.
Bank penjamin harus bertanggung jawab untuk memenuhi kewajiban keuangan kepada nasabah atas nama investor (Ilustrasi: Ha Phong).
Jaminan dalam jual beli dan sewa beli rumah tinggal yang akan datang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan tentang bank garansi.
Ketentuan mengenai jaminan dalam jual beli sewa-beli perumahan masa depan dalam Pasal 26 tidak berlaku untuk jual beli sewa-beli perumahan sosial.
Bank Negara bertanggung jawab untuk memberikan panduan tentang jaminan untuk penjualan dan sewa-beli perumahan masa depan.
[iklan_2]
Sumber
Komentar (0)