Penggunaan pelat nomor palsu telah ada sejak lama, tetapi menjadi semakin kompleks seiring berkembangnya teknologi pemalsuan. Kendaraan dengan pelat nomor palsu sering digunakan untuk kegiatan ilegal seperti pencurian, tabrak lari, atau untuk menghindari denda pelanggaran lalu lintas.
Perlu diketahui, penggunaan pelat nomor palsu merupakan tindakan ilegal yang semakin umum akhir-akhir ini. Mengetahui denda penggunaan pelat nomor palsu untuk mobil dan sepeda motor akan membantu masyarakat lebih waspada terhadap perilaku ini dan menghindari konsekuensi hukum yang tidak diinginkan.
Pada bulan November 2023, Polisi Kota Hanoi menemukan dan menyita puluhan plat nomor mobil dan sepeda motor palsu di Jalan Tran Nhat Duat.
Menurut hukum Vietnam, penggunaan pelat nomor palsu merupakan pelanggaran serius dan dapat dikenakan sanksi berat. Khusus untuk mobil, berdasarkan Keputusan 100/2019/ND-CP, pengemudi mobil dengan pelat nomor palsu dapat dikenakan denda mulai dari 4 juta VND hingga 6 juta VND. Selain itu, dalam banyak kasus, pelanggar dapat disita kendaraannya atau SIM-nya dicabut selama 1 hingga 3 bulan.
Untuk sepeda motor, pengemudi yang menggunakan pelat nomor palsu akan dikenakan denda mulai dari VND800.000 hingga VND1 juta. Kendaraan tersebut juga dapat disita dan SIM pelanggarnya dapat dicabut, tergantung pada tingkat pelanggarannya.
Selain itu, apabila penggunaan pelat nomor palsu tersebut berkaitan dengan tindak pidana seperti penyelundupan, pencurian, atau menyebabkan kecelakaan lalu melarikan diri, maka pelanggarnya dapat dikenakan tuntutan pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pelaku yang menggunakan pelat nomor palsu atau memproduksi pelat nomor palsu dapat dituntut atas tindak pidana pemalsuan stempel dan dokumen instansi dan organisasi; tindak pidana penggunaan stempel atau dokumen instansi dan organisasi palsu sebagaimana diatur dalam Pasal 341 KUHP. Dengan demikian, ancaman hukuman tertinggi untuk tindak pidana ini adalah 7 tahun penjara, dan pelakunya juga dapat dikenakan denda sebesar 5 juta hingga 50 juta VND.
Penggunaan pelat nomor palsu tidak hanya mengakibatkan sanksi finansial dan hukum, tetapi juga menimbulkan banyak konsekuensi serius lainnya. Penggunaan pelat nomor palsu menghancurkan kepercayaan dalam aktivitas lalu lintas, menciptakan kondisi yang dapat dimanfaatkan oleh penjahat untuk melakukan tindakan ilegal.
Selain itu, pengguna pelat nomor palsu dapat menghadapi masalah hukum dalam situasi seperti kecelakaan lalu lintas. Jika ketahuan, tanggung jawab hukum dan biaya terkait akan meningkat, yang dapat mengakibatkan kerugian finansial dan reputasi.
Memahami denda dan konsekuensi penggunaan pelat nomor palsu akan membantu individu dan organisasi secara proaktif menghindari tindakan ilegal. Mematuhi peraturan lalu lintas secara ketat tidak hanya melindungi diri sendiri tetapi juga berkontribusi dalam membangun masyarakat yang lebih beradab dan aman. Langkah-langkah seperti memperkuat pengawasan, meningkatkan kesadaran publik, dan menerapkan teknologi dalam manajemen pelat nomor juga perlu difokuskan untuk meminimalkan situasi ini.
[iklan_2]
Sumber: https://vtcnews.vn/muc-phat-su-dung-bien-so-xe-gia-doi-voi-o-to-xe-may-ar913784.html
Komentar (0)