Secara khusus, pada sebuah acara di pangkalan Angkatan Udara Peterson di Colorado (AS) pada tanggal 27 Oktober, Komando Luar Angkasa AS mengungkapkan simulasi pertempuran luar angkasa yang dramatis, menurut Daily Express US.
Karya seniman Rick Herter yang berjudul "High Ground Intercept" ini menggambarkan luar angkasa sebagai "arena pertempuran, baik sekarang maupun di masa depan." Karya ini juga menggambarkan wahana antariksa Amerika futuristik yang mencegat satelit musuh, sekaligus melumpuhkan satelit kawan di dekatnya.
Pengecatan Intersepsi Dataran Tinggi
PASUKAN LUAR ANGKASA AS
Pencegat futuristik ini digambarkan menyerupai X-20 Dyna-Soar, desain pesawat luar angkasa pertama Amerika, dengan bentuk delta sayap rendah dan sayap kecil vertikal.
Karena sifat operasi luar angkasa yang sangat rahasia, Komando Luar Angkasa AS meminta Herter untuk mengandalkan pesawat luar angkasa bersejarah dan imajinasinya sendiri, jelas sejarawan Christopher Rumley.
"Untuk mendapatkan proporsi dan sudut kendaraan yang tepat dalam lukisan, saya membuat model kasar desain pesawat ruang angkasa individual, lalu menggunakannya sebagai alat referensi," kata Herter.
Angkatan Luar Angkasa AS mengatakan karya ini melanjutkan tradisi seniman yang menggambarkan pertempuran dan kemenangan untuk membangkitkan kebanggaan nasional dan mendokumentasikan tindakan keberanian.
Koleksi Seni Angkatan Udara AS saat ini menyimpan ribuan karya seni yang mendokumentasikan tindakan penerbang dalam konflik besar, operasi kemanusiaan, latihan dan pelatihan militer , serta subjek lain termasuk misi dan tujuan luar angkasa.
[iklan_2]
Tautan sumber
Komentar (0)