Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova mengatakan pada 14 September bahwa sanksi baru AS terhadap media Rusia merupakan "situasi yang tidak biasa".
Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev. (Sumber: TASS) |
Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengonfirmasi bahwa Washington telah menjatuhkan sanksi baru terhadap tiga entitas dan dua individu atas kampanye disinformasi mereka atas nama Rusia.
Departemen Keuangan AS kemudian memberikan lisensi bersama kepada saluran TV Rusia "Russia Today" dan "TV News" hingga 13 November setelah mengenakan sanksi pemblokiran penuh pada kedua entitas tersebut.
Berbicara di KTT Media BRICS, Ibu Zakharova menekankan: "Situasi saat ini luar biasa. Kemarin (13 September), jurnalis Rusia di Amerika Serikat menjadi sasaran tindakan agresi, harus menanggung serangan informasi teroris yang sesungguhnya, baik sebagai kelompok maupun individu."
Ibu Zakharova juga menyebut sanksi AS sebagai "serangan terhadap kebebasan berbicara", dan menekankan bahwa "selain pernyataan politik yang mengerikan dan sama sekali tidak berdasar yang dibuat oleh Washington pada 13 September terhadap media, terdapat pula agresi fisik terhadap jurnalis".
Dalam perkembangan terkait Barat yang mengizinkan Ukraina menggunakan rudal jarak jauh untuk menyerang wilayah Rusia, pada tanggal 14 September, Wakil Ketua Dewan Keamanan Rusia Dmitry Medvedev memperingatkan bahwa Moskow dapat menghancurkan ibu kota Ukraina, Kiev, dengan senjata non-nuklir sebagai balasan atas penggunaan rudal jarak jauh Ukraina dari Barat.
Tn. Medvedev mengatakan Moskow secara resmi telah menggunakan senjata nuklir sejak Ukraina menginvasi provinsi Kursk Rusia, tetapi sebaliknya dapat menggunakan beberapa teknologi senjata baru untuk mengubah Kiev menjadi "titik lebur raksasa" ketika Moskow kehabisan kesabaran.
[iklan_2]
Sumber: https://baoquocte.vn/nga-chi-trich-cac-lenh-trung-phat-cua-my-canh-bao-bien-kiev-thanh-diem-nong-chay-khong-lo-286332.html
Komentar (0)